SKRIPSI PENGASUHAN, GIZI, DAN KESEHATAN ANAK UMUR 1-3 TAHUN PENDERITA GIZI BURUK

Monday, January 18, 2016
(0003-KEPERAWATAN) SKRIPSI PENGASUHAN, GIZI, DAN KESEHATAN ANAK UMUR 1-3 TAHUN PENDERITA GIZI BURUK


2.1. hajian mustaka
2.1.1. mengasuhan
2.1.1.1. mengertian mengasuhan
mengasuhan= adalah suatu sikap dan praktek yang dijalankan oleh orang dewasa (ibu atau pengasuh lain) meliputi: pemberian ASI, cara memberi makan kepada anak Echild feedingFI perawatan kesehatan dasar, memberi rasa aman, melindungi anak, tidur bersama, memandikan dan memakaikan pakaian, membiasakan menggunakan toilet, menjaga kebersihan, mencegah dari kuman patogen dan serangan penyakit, pencegahan dan pengobatan saat anak sakit, berinteraksi dan memberikan stimulasi, bermain bersama dan bersosialisasi, memberi kasih sayang serta menyediakan tempat tinggal yang layak dan lingkungan sehat, agar anak dapat tumbuh kembang dengan baik 10. Pengasuhan yang dilakukan dengan tepat dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak yang lebih optimal
mola asuh yang berpengaruh terhadap pertumbuhan, antara lain: stimulasi (rangsangan), motivasi, ganjaran atau hukuman kelompok sebaya, stress, lingkungan bermain, cinta dan kasih sayang serta kualitas interaksi antara anak dan orang tua. interaksi tidak hanya ditentukan oleh seberapa lama orang tua terutama ibu berinteraksi dengan anak, tetapi terutama kualitas dari interaksi tersebut yakni pemahaman terhadap kebutuhan masing- masing dan upaya optimal untuk memenuhi kebutuhan tersebut dengan kasih sayang (Soetjiningsih, 1998 dan Supariasa, 2001).
aeterminan pola asuhan terhadap pertumbuhan anak cukup besar, dimana pola asuhan yang baik berkorelasi positif terhadap tingkat kecukupan gizi dan kesehatan anak Ebngel dkk 1992).
mengasuhan pada anak usia 1-3 tahun meliputi aktivitas yang terkait dengan penyiapan makanan dan menyapih, pencegahan dan pengobatan penyakit, memandikan anak, membersihkan pakaian anak dan rumah EBaharI 2000) sedangkan pengasuhan yang berkaitan erat terhadap status gizi dan kesehatan balita yaitu pola asuh makan dan pola asuh kesehatan (Masithah dkk, 2005).
2.1.1.2. mola Asuh jakan
Karyadi (1985) mendefinisikan pola asuh makan sebagai praktek-praktek pengasuhan yang diterapkan oleh ibu kepada anak
yang berkaitan dengan cara dan situasi makan. Pola asuh makan yang dilakukan dengan tepat oleh ibu atau pelaku pengasuhan lainnya mempengaruhi asupan gizi pada anakK
mraktek pola asuh makan yang memadai berhubungan dengan baiknya kualitas konsumsi makanan anak, yang pada akhirnya mempengaruhi kualitas status gizi anak tersebut (Masithah dkk, 2005). Menon & Ruel (2002) mengungkapkan bahwa di negara-negara Amerika Latin, praktek pemberian makan anak berpengaruh kuat terhadap kualitas status gizi dengan indeks TB/U pada anak usia 6-36 bulan.
Cara ibu memberikan makanan yang baik kepada anak batita dipengaruhi oleh faktor tingkat pengetahuan ibu serta kebiasaan yang turun temurun dari keluarga dan masyarakat disekitarnya =Ejasithah =dkkI 2005). Sebuah survey nasional yang dilakukan di Negara Kuwait, menunjukkan bahwa pendidikan ibu merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi status gizi anak balita (Amine & Al-Awadi, 1996). Demikian juga hasil penelitian yang dilakukan oleh Begin dkk, (1999) menunjukkan bahwa karakteristik ibu sebagai pengasuh utama anak usia 12-71 bulan di daerah pedesaan Chad Afrika, berpengaruh pada status gizi anak indeks TB/U. janongga dkk (2008) mengungkapkan bahwa pengetahuan sebagian besar ibu rumah tangga tentang aspek pangan dan gizi terutama mengenai pemberian ASI eksklusif, makanan tambahan, jenis-jenis pangan sumber zat gizi serta tanda-tanda yang ditimbulkan akibat kekurangan gizi turut mempengaruhi pemberian asupan gizi terhadap anaknya. Ibu yang memberikan pengasuhan yang efektif berkontribusi terhadap peningkatan status gizi anak
mermasalahan lain yang dihadapi ibu pelaku pengasuhan yaitu anak 1-3 tahun mulai mengalami masalah makan. Hal ini dikarenakan anak mulai dikenalkan dengan makanan pendamping ASI atau proses penyapihan. Pemberian makanan pendamping ASI yang terlalu dini akan mempengaruhi jumlah makanan yang dimakan oleh anak. Perkenalan tekstur makanan dari tekstur yang kurang tepat mempengaruhi asupan gizi pada anak. Selain itu juga, sistem imunitas anak yang belum terbentuk dengan sempurna mengakibatkan anak rentan terhadap penyakit flu merupakan penentu menu makan anak sekaligus sebagai pemberi makan anak. Cara memberikan makan maupun situasi saat memberikan makan pada anak turut mempengaruhi jumlah makanan pada anak. Pada usia 1- 3 tahun anak mulai

mengenal makanan lain selain ASI sehingga tidak sedikit anak yang mulai memilih-milih makanan bahkan sering tidak menghabiskan makanan yang disediakan. Oleh karena itu, terkadang ibu memberikan makanan sambil mengajak anak bermain, hingga membiarkan anak memilih makanan yang disukainya.
alam melatih kemandirian anak, sebagian besar ibu mengijinkan anak untuk mencoba makan sendiri sambil diawasi. gika si anak tidak menghabiskan makanannya, ibu akan berusaha membujuknya agar mau menghabiskan makanannya serta tak segan-segan memberikan pujian kepada anaknya (Masithah dkk, 2005). Hal ini mengindikasikan bentuk perhatian ibu yang diberikan kepada anak mempengaruhi jumlah makanan yang dikonsumsi oleh anak
kemampuan ibu sebagai pelaku pengasuhan primer untuk mengambil keputusan berdampak luas pada kehidupan seluruh anggota keluarga dan menjadi dasar penyediaan pola pengasuhan yang tepat dan bermutu, termasuk asuhan nutrisi (Departemen Kesehatan Rl, 2000). Pola pengasuhan ibu berhubungan langsung dengan keadaan gizi anak dan usaha ibu merangsang anak untuk makan dan turut menentukan volume makan pada anak Egus'at dkk 2000).
indikator pola asuh makan pada anak usia 1-3 tahun yang akan diteliti meliputi praktek penyapihan, jenis dan jumlah makanan yang diberikan, frekuensi makan, perhatian dan dukungan ibu terhadap anak
2.1.1.3. pola Asuh kesehatan
pola asuh kesehatan yaitu pemberian pelayanan kesehatan berupa akses atau keterjangkauan keluarga terhadap upaya pencegahan penyakit dan pemeliharaan kesehatan melalui imunisasi pemeriksaan kehamilan, pertolongan persalinan penimbangan bayi dan balita, perilaku kebersihan (Kartini D, =OMMUF
pemberian imunisasi sangat penting untuk mengurangi morbiditas dan mortalitas terhadap penyakit-penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi. Upaya deteksi dini, pengobatan dini dan tepat diperlukan untuk mengurangi morbiditas pada bayi dan anak. kesehatan bayi dan anak harus mendapat perhatian dari orangtua dengan cara membawa bayi atau anak yang sakit ke tempat pelayanan kesehatan terdekat
perawatan dasar juga terkait dengan aktivitas mencegah bayi menjadi sakit. Pencegahan dimaksudkan dengan memberi bayi imunisasi. Oleh sebab itu, dibutuhkan kemauan dan kemampuan ibu membawa bayi di imunisasi di posyandu atau

Artikel Terkait

Previous
Next Post »