(KODE : 0007-EKONPEMB) : SKRIPSI ANALISIS PENGARUH PERTUMBUHAN EKONOMI, INVESTASI, DAN JUMLAH INDUSTRI TERHADAP PENYEDIAAN KESEMPATAN KERJA
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Penyerapan Tenaga Kerja
Pada negara yang sedang berkembang umumnya masalah pengangguran merupakan masalah yang sulit dipecahkan sampai saat ini, karena masalah pengangguran menyebabkan tingkat pendapatan nasional dan tingkat kemakmuran masyarakat tidak mencapai potensi yang maksimal. Seperti halnya yang terjadi di Indonesia, pemerintah mengupayakan berbagai jalan keluar untuk dapat mengatasi pengangguran baik di perkotaan maupun di pedesaan.
Proses dari usaha untuk menciptakan tenaga kerja yang merupakan topik dalam penelitian ini dapat diwujudkan apabila pembinaan dan pengembangan industri-industri kecil dapat berjalan dengan semestinya. Berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk dapat mendorong perekonomian rakyat.
Pengertian dari penyerapan itu sendiri diartikan cukup luas, menyerap tenaga kerja maknanya menghimpun orang atau tenaga kerja pada suatu lapangan usaha sesuai dengan kebutuhan usaha itu sendiri.
Dalam ilmu ekonomi seperti kita ketahui faktor-faktor produksi adalah tanah, modal, tenaga kerja, dan keahlian. Salah satu faktor tersebut adalah tenaga kerja yang mempunyai keahlian dan keterampilan agar dapat meningkatkan sektor industri. Sementara modal utama yang dibutuhkan adalah sumber daya manusia.
Menurut Siagian (1995) sumber daya manusia dan kekayaan alam yang melimpah tidak banyak artinya tanpa dikelola manusia dengan baik, maksudnya sumber daya lainnya dan kekayaan alam akan sangat berarti apabila telah digunakan manusia tidak hanya bagi kepentingan diri sendiri tetapi juga demi kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan".
Tenaga kerja yang ada banyak yang tidak siap pakai sehingga lapangan kerja yang ada tidak bisa menyerap tenaga kerja yang tidak sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan. Disinilah perlunya peranan pemerintah dalam mengatasi hal tersebut melalui pembinaan dan pelatihan bagi tenaga kerja agar dapat meningkatkan kualitas kerja. Sementara itu, harus ada pengembangan industri yang dapat menyerap tenaga kerja sesuai dengan yang diharapkan.
Selanjutnya dari uraian diatas dijelaskan, melalui bantuan peningkatan lunak dapat memotivasi pengetahuan, keterampilan dan wawasan pandangan yang luas sehingga mempermudah proses penyerapan tenaga kerja yang dibutuhkan. Masalah penyerapan tenaga kerja ini juga tidak terlepas dari kesempatan kerja yang tersedia ditengah-tengah masyarakat. Ketidak seimbangan antara penawaran kerja dengan pasar kerja akan menimbulkan pengangguran.
Mengingat kesempatan kerja yang terbatas tersebut maka pemerintah mengupayakan penciptaan lapangan kerja yang nantinya dapat menampung tenaga kerja sehingga mengurangi tingkat pengangguran yang ada ditengah-tengah masyarakat dengan menciptakan usaha-usaha pada bidang industri yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
Dengan tumbuh dan berkembangnya industri maka dampaknya akan sangat luas terhadap penyerapan tenaga kerja. Peningkatan sumber daya manusia yang lambat tentunya akan menghambat perkembangan industri tersebut. Merupakan tugas dan tanggung jawab masyarakat bersama dengan pemerintah untuk menciptakan lapangan pekerjaan serta berpartisipasi menunjang program pemerintah dalam peningkatan taraf hidup yang adil dan merata.
B. Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi seharusnya diukur dengan istilah yang riil. Istilah pertumbuhan ekonomi merujuk pada suatu kelompok keseluruhan konsep dengan arti yang berbeda-beda :
1. Pertumbuhan ekonomi dapat didefinisikan sebagai pertambahan arus modal total out put ekonomi suatu negara atau wilayah selama satu periode tertentu.
2. Pertumbuhan ekonomi dapat didefinisikan sebagai pertambahan perkapita atau per tenagakerja. Pertambahan output perkapita atau per tenagakerja menunjukkan indikasi yang lebih baik tentang ekonomi dari pada peningkatan yang tidak seberapa dari total output yang diproduksi.
3. Pertumbuhan ekonomi dapat didefinisikan sebagai pertambahan konsumsi perkapita.
4. Pertumbuhan ekonomi dapat didefinisikan sebagai pertambahan kesejahteraan pribadi.
5. Pertumbuhan ekonomi dapat didefinisikan sebagai perubahan dalam struktur ekonomi.
6. Pertumbuhan ekonomi dapat didefinisikan sebagai suatu rangkaian tahap yang dilalui oleh negara dalam pembangunan ekonomi.
Semua definisi pertumbuhan ekonomi tersebut memiliki kegunaan masing-masing. Sebagai contoh : pertambahan output perkapita memungkinkan suatu peningkatan standar hidup, dan pertambahan dalam konsumsi dan kesejahteraan perkapita menunjukkan peningkatan nyata dari standar hidup. Definisi struktur dan tingkat ekonomi sangat penting untuk mencapai suatu pandangan yang berarti tentang keseluruhan proses pembangunandiseluruh daerah.
Menurut Sukirno (2006) pertumbuhan ekonomi adalah kenaikan output perkapita dalam jangka panjang. Tekanannya adalah pada tiga aspek, yaitu : proses, out put perkapita, dan jangka panjang. Pertumbuhan ekonomi adalah suatu "proses", bukan gambaran ekonomi sesaat.
1) Teori Pertumbuhan Ekonomi
Teori pertumbuhan ekonomi bisa didefinisikan sebagai penjelasan mengenai faktor-faktor apa yang menyebabkan kenaikan output perkapita dalam jangka panjang dan penjelasan bagaimana faktor-faktor tersebut berinteraksi satu sama lain sehingga terjadi proses pertumbuhan. Jadi teori ekonomi adalah suatu "ceritera" yang logis mengenai bagaimana proses pertumbuhan itu terjadi.
Didalam ilmu ekonomi terdapat banyak teori pertumbuhan ekonomi, diantaranya adalah :
1. Teori-teori klasik yang mencakup teori pertumbuhan ekonomi Adam Smith, David Ricardo, dan Schumpeter.
2. Teori-teori modern yang mencakup :
a. Teori pertumbuhan Neo-Keynes yaitu Harold-Domar.
b. Teori pertumbuhan Neo-klasik yaitu Robert Solow, Kaldor dan Kusnetz.
- Teori Pertumbuhan Ekonomi Adam Smith
Adam Smith (1723 - 1790) didalam bukunya An Inquiry Into the Nature and Cause of Wealth of Nations (1776) mengemukakan bagaimana perekonomian kapitalis tumbuh. Teori
Adam Smith sering dianggap sebagai awal dari pengkajian masalah pertumbuhan secara sistematik. Menurut teori Adam Smith ada dua aspek utama dalam pertumbuhan ekonomi, yaitu :
1. Pertumbuhan output (GDP) total.
Smith melihat sistem produksi suatu negara terdiri dari tiga unsur pokok, unsur tersebut adalah :
a. Sumber-sumber alam yang tersedia (faktor produksi tanah).
b. Sumber-sumber manusiawi atau jumlah penduduk.
c. Stok barang kapital yang ada.
Menurut Smith sumber-sumber alam yang tersedia merupakan wadah yang paling mendasar dari kegiatan produksi pada suatu masyarakat. Jumlah sumber-sumber alam yang tersedia merupakan batas maksimal dari pertumbuhan ekonomi tersebut. Artinya selama sumber-sumber ini belum dimanfaatkan sepenuhnya, yang memegang peranan dalam proses produksi adalah dua unsur produksi yang lain yaitu jumlah produksi dan stok kapital yang ada. Dua unsur inilah yang akan menekankan besarnya output masyarakat dari tahun ke tahun. Tetapi apabila output terus meningkat, sumber-sumber alam akhirnya akan dimanfaatkan sepenuhnya dan pada tahap ini sumber-sumber alam akan membatasi output.
Unsur yang kedua adalah sumber-sumber manusiawi atau jumlah penduduk, dalam proses pertumbuhan output unsur ini dianggap mempunyai peranan yang pasif, dalam arti bahwa jumlah penduduk akan menyesuaikan diri dengan kebutuhan akan tenaga kerja dari masyarakat tersebut.
Unsur yang ketiga adalah stok capital yaitu yang secara aktif menentukan tingkat output. Smith memang memberikan peranan sentral kepada pertumbuhan stok capital atau akumulasi capital dalam pertumbuhan output.
2. Pertumbuhan penduduk
Aspek kedua dari pertumbuhan ekonomi adalah pertumbuhan penduduk. Disebut bahwa penduduk bersifat "pasif dalam proses pertumbuhan output, yang berarti bahwa dalam jangka panjang berapun jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan oleh proses produksi akan tersedia melalui pertumbuhan penduduk. Smith mempunyai teori pertumbuhan penduduk yang tidak banyak berbeda dengan teori kependudukan Thomas Maltus meskipun Smith lebih dahulu mengemukannya dari Thomas Maltus.
Menurut Smith, penduduk meningkat apabila tingkat upah yang berlaku lebih tinggi dari tingkat upah subsistensi, yaitu tingkat upah yang pas-pasan untuk seseorang agar bisa mempertahankan hidupnya. Apabila tingkat upah berada diatas tingkat upah subsistensi, maka orang-orang akan kawin pada usia muda, kematian anak-anak berkurang, dan jumlah kelahiran bertambah. Sebaliknya jumlah penduduk akan berkurang apabila tingkat upah yang berlaku jauh dibawah tingkat upah subsistensi. Dalam keadaan ini kematian anak-anak akan meningkat dan banyak perkawinan ditunda. Smith mengatakan bahwa "harga" tenaga manusia ditentukan oleh tarik menarik antara kekuatan permintaan dan penawaran.
3. Posisi stasioner
Akhirnya setiap perekonomian akan sampai pada posisi stasionernya. Pada posisi ini capital dan output tidak lagi tumbuh, permintaan tenaga kerja tidak naik, dan tingkat upah akan tertekan turun sampai pada tingkat upah subsistensi. Pada posisi stasioner nampaknya memang bukan suatu keadaan yang menarik, segalanya serba madeg. Jumlah penduduk yang mati sama dengan jumlah penduduk yang lahir, tingkat upah berada pada tingkat subsistensi dan tidak bisa diharapkan membaik, investasi digunakan hanya untuk mengganti kapital yang rusak. Ini semua terjadi karena perekonomian sudah mencapai perkembangan yang maksimal bila didukung oleh sumber-sumber alam yang ada.
- Teori Pertumbuhan Ekonomi David Ricardo
Ricardo mengemukakan pertumbuhan ekonomi klasik yang mengalami pengembangan lebih lanjut. Garis besar proses pertumbuhan dan kesimpulan-kesimpulan umum yang ditarik oleh Ricardo tidak terlalu berbeda dengan teori Adam Smith. Ricardo menganggap bahwa faktor produksi tanah (sumber daya alam) tidak bisa bertambah sehingga akhirnya bertindak sebagai pembatas dalam proses pertumbuhan.
Aspek-aspek proses pertumbuhan menurut Ricardo memiliki ciri sebagai berikut :
a. Tanah terbatas jumlahnya.
b. Tenaga kerja (penduduk) yang meningkat atau menurun sesuai dengan tingkat upah apakah diatas atau dibawah tingkat upah minimal (upah alamiah).
c. Akumulasi kapital terjadi apabila tingkat keuntungan yang diperoleh pemilik kapital berada diatas tingkat keuntungan minimal yang diperlukan untuk menarik mereka melakukan investasi.
d. Dari waktu ke waktu terjadi kemajuan teknologi.
e. Sektor pertanian dominan.
Satu-satunya harapan untuk meningkatkan perekonomian adalah adanya kemungkinan kemajuan teknologi. Kemajuan teknologi meningkatkan produktivitas tenaga kerja dan kapital. Jadi dengan adanya teknologi, the law of diminishing return bisa diperlambat dan kemerosotan tingkat upah dapat ditekan. Dalam posisi pertumbuhan ekonomi menurut Ricardo ada dua kekuatan dinamis yang tarik menarik, yaitu :
a. The law of diminishing return.
b. Kemajuan teknologi.
Diantara keduanya yang paling dominan adalah the law of diminishing return. Adanya keterbatasan faktor produksi tanah akan membatasi pertumbuhan ekonomi suatu negara. Suatu negara hanya bisa tumbuh sampai batas yang dimungkinkan oleh sumber daya alam yang dimilki negara tersebut.
The law of deminishing return berbunyi : apabila salah satu input tetap, sedang input-input lainnya ditambah penggunaanya maka tambahan output yang dihasilkan dari setiap unit tambahan input tersebut mula-mula naik, akan tetapi kemudian seterusnya menurun apabila inputnya terus ditambah.
- Teori Pertumbuhan Ekonomi Schumpeter
Schumpeter berpendapat bahwa motor penggerak pembangunan ekonomi adalah suatu proses yang ia beri nama inovasi, dan pelakunya adalah para wiraswasta, inovator, atau entrepreneur.