Showing posts with label kesempatan kerja. Show all posts
Showing posts with label kesempatan kerja. Show all posts
SKRIPSI ANALISIS PENGARUH PERTUMBUHAN EKONOMI, INVESTASI, DAN JUMLAH INDUSTRI TERHADAP PENYEDIAAN KESEMPATAN KERJA

SKRIPSI ANALISIS PENGARUH PERTUMBUHAN EKONOMI, INVESTASI, DAN JUMLAH INDUSTRI TERHADAP PENYEDIAAN KESEMPATAN KERJA

Tuesday, January 19, 2016

(KODE : 0007-EKONPEMB) : SKRIPSI ANALISIS PENGARUH PERTUMBUHAN EKONOMI, INVESTASI, DAN JUMLAH INDUSTRI TERHADAP PENYEDIAAN KESEMPATAN KERJA



BAB II 
TINJAUAN PUSTAKA

A. Penyerapan Tenaga Kerja
Pada negara yang sedang berkembang umumnya masalah pengangguran merupakan masalah yang sulit dipecahkan sampai saat ini, karena masalah pengangguran menyebabkan tingkat pendapatan nasional dan tingkat kemakmuran masyarakat tidak mencapai potensi yang maksimal. Seperti halnya yang terjadi di Indonesia, pemerintah mengupayakan berbagai jalan keluar untuk dapat mengatasi pengangguran baik di perkotaan maupun di pedesaan.
Proses dari usaha untuk menciptakan tenaga kerja yang merupakan topik dalam penelitian ini dapat diwujudkan apabila pembinaan dan pengembangan industri-industri kecil dapat berjalan dengan semestinya. Berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk dapat mendorong perekonomian rakyat.
Pengertian dari penyerapan itu sendiri diartikan cukup luas, menyerap tenaga kerja maknanya menghimpun orang atau tenaga kerja pada suatu lapangan usaha sesuai dengan kebutuhan usaha itu sendiri.
Dalam ilmu ekonomi seperti kita ketahui faktor-faktor produksi adalah tanah, modal, tenaga kerja, dan keahlian. Salah satu faktor tersebut adalah tenaga kerja yang mempunyai keahlian dan keterampilan agar dapat meningkatkan sektor industri. Sementara modal utama yang dibutuhkan adalah sumber daya manusia.
Menurut Siagian (1995) sumber daya manusia dan kekayaan alam yang melimpah tidak banyak artinya tanpa dikelola manusia dengan baik, maksudnya sumber daya lainnya dan kekayaan alam akan sangat berarti apabila telah digunakan manusia tidak hanya bagi kepentingan diri sendiri tetapi juga demi kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan".
Tenaga kerja yang ada banyak yang tidak siap pakai sehingga lapangan kerja yang ada tidak bisa menyerap tenaga kerja yang tidak sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan. Disinilah perlunya peranan pemerintah dalam mengatasi hal tersebut melalui pembinaan dan pelatihan bagi tenaga kerja agar dapat meningkatkan kualitas kerja. Sementara itu, harus ada pengembangan industri yang dapat menyerap tenaga kerja sesuai dengan yang diharapkan.
Selanjutnya dari uraian diatas dijelaskan, melalui bantuan peningkatan lunak dapat memotivasi pengetahuan, keterampilan dan wawasan pandangan yang luas sehingga mempermudah proses penyerapan tenaga kerja yang dibutuhkan. Masalah penyerapan tenaga kerja ini juga tidak terlepas dari kesempatan kerja yang tersedia ditengah-tengah masyarakat. Ketidak seimbangan antara penawaran kerja dengan pasar kerja akan menimbulkan pengangguran.
Mengingat kesempatan kerja yang terbatas tersebut maka pemerintah mengupayakan penciptaan lapangan kerja yang nantinya dapat menampung tenaga kerja sehingga mengurangi tingkat pengangguran yang ada ditengah-tengah masyarakat dengan menciptakan usaha-usaha pada bidang industri yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
Dengan tumbuh dan berkembangnya industri maka dampaknya akan sangat luas terhadap penyerapan tenaga kerja. Peningkatan sumber daya manusia yang lambat tentunya akan menghambat perkembangan industri tersebut. Merupakan tugas dan tanggung jawab masyarakat bersama dengan pemerintah untuk menciptakan lapangan pekerjaan serta berpartisipasi menunjang program pemerintah dalam peningkatan taraf hidup yang adil dan merata.

B. Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi seharusnya diukur dengan istilah yang riil. Istilah pertumbuhan ekonomi merujuk pada suatu kelompok keseluruhan konsep dengan arti yang berbeda-beda :
1. Pertumbuhan ekonomi dapat didefinisikan sebagai pertambahan arus modal total out put ekonomi suatu negara atau wilayah selama satu periode tertentu.
2. Pertumbuhan ekonomi dapat didefinisikan sebagai pertambahan perkapita atau per tenagakerja. Pertambahan output perkapita atau per tenagakerja menunjukkan indikasi yang lebih baik tentang ekonomi dari pada peningkatan yang tidak seberapa dari total output yang diproduksi.
3. Pertumbuhan ekonomi dapat didefinisikan sebagai pertambahan konsumsi perkapita.
4. Pertumbuhan ekonomi dapat didefinisikan sebagai pertambahan kesejahteraan pribadi.
5. Pertumbuhan ekonomi dapat didefinisikan sebagai perubahan dalam struktur ekonomi.
6. Pertumbuhan ekonomi dapat didefinisikan sebagai suatu rangkaian tahap yang dilalui oleh negara dalam pembangunan ekonomi.
Semua definisi pertumbuhan ekonomi tersebut memiliki kegunaan masing-masing. Sebagai contoh : pertambahan output perkapita memungkinkan suatu peningkatan standar hidup, dan pertambahan dalam konsumsi dan kesejahteraan perkapita menunjukkan peningkatan nyata dari standar hidup. Definisi struktur dan tingkat ekonomi sangat penting untuk mencapai suatu pandangan yang berarti tentang keseluruhan proses pembangunandiseluruh daerah.
Menurut Sukirno (2006) pertumbuhan ekonomi adalah kenaikan output perkapita dalam jangka panjang. Tekanannya adalah pada tiga aspek, yaitu : proses, out put perkapita, dan jangka panjang. Pertumbuhan ekonomi adalah suatu "proses", bukan gambaran ekonomi sesaat.

1) Teori Pertumbuhan Ekonomi
Teori pertumbuhan ekonomi bisa didefinisikan sebagai penjelasan mengenai faktor-faktor apa yang menyebabkan kenaikan output perkapita dalam jangka panjang dan penjelasan bagaimana faktor-faktor tersebut berinteraksi satu sama lain sehingga terjadi proses pertumbuhan. Jadi teori ekonomi adalah suatu "ceritera" yang logis mengenai bagaimana proses pertumbuhan itu terjadi.
Didalam ilmu ekonomi terdapat banyak teori pertumbuhan ekonomi, diantaranya adalah :
1. Teori-teori klasik yang mencakup teori pertumbuhan ekonomi Adam Smith, David Ricardo, dan Schumpeter.
2. Teori-teori modern yang mencakup :
a. Teori pertumbuhan Neo-Keynes yaitu Harold-Domar.
b. Teori pertumbuhan Neo-klasik yaitu Robert Solow, Kaldor dan Kusnetz.
- Teori Pertumbuhan Ekonomi Adam Smith
Adam Smith (1723 - 1790) didalam bukunya An Inquiry Into the Nature and Cause of Wealth of Nations (1776) mengemukakan bagaimana perekonomian kapitalis tumbuh. Teori
Adam Smith sering dianggap sebagai awal dari pengkajian masalah pertumbuhan secara sistematik. Menurut teori Adam Smith ada dua aspek utama dalam pertumbuhan ekonomi, yaitu :
1. Pertumbuhan output (GDP) total.
Smith melihat sistem produksi suatu negara terdiri dari tiga unsur pokok, unsur tersebut adalah :
a. Sumber-sumber alam yang tersedia (faktor produksi tanah).
b. Sumber-sumber manusiawi atau jumlah penduduk.
c. Stok barang kapital yang ada.
Menurut Smith sumber-sumber alam yang tersedia merupakan wadah yang paling mendasar dari kegiatan produksi pada suatu masyarakat. Jumlah sumber-sumber alam yang tersedia merupakan batas maksimal dari pertumbuhan ekonomi tersebut. Artinya selama sumber-sumber ini belum dimanfaatkan sepenuhnya, yang memegang peranan dalam proses produksi adalah dua unsur produksi yang lain yaitu jumlah produksi dan stok kapital yang ada. Dua unsur inilah yang akan menekankan besarnya output masyarakat dari tahun ke tahun. Tetapi apabila output terus meningkat, sumber-sumber alam akhirnya akan dimanfaatkan sepenuhnya dan pada tahap ini sumber-sumber alam akan membatasi output.
Unsur yang kedua adalah sumber-sumber manusiawi atau jumlah penduduk, dalam proses pertumbuhan output unsur ini dianggap mempunyai peranan yang pasif, dalam arti bahwa jumlah penduduk akan menyesuaikan diri dengan kebutuhan akan tenaga kerja dari masyarakat tersebut.
Unsur yang ketiga adalah stok capital yaitu yang secara aktif menentukan tingkat output. Smith memang memberikan peranan sentral kepada pertumbuhan stok capital atau akumulasi capital dalam pertumbuhan output.
2. Pertumbuhan penduduk
Aspek kedua dari pertumbuhan ekonomi adalah pertumbuhan penduduk. Disebut bahwa penduduk bersifat "pasif dalam proses pertumbuhan output, yang berarti bahwa dalam jangka panjang berapun jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan oleh proses produksi akan tersedia melalui pertumbuhan penduduk. Smith mempunyai teori pertumbuhan penduduk yang tidak banyak berbeda dengan teori kependudukan Thomas Maltus meskipun Smith lebih dahulu mengemukannya dari Thomas Maltus.
Menurut Smith, penduduk meningkat apabila tingkat upah yang berlaku lebih tinggi dari tingkat upah subsistensi, yaitu tingkat upah yang pas-pasan untuk seseorang agar bisa mempertahankan hidupnya. Apabila tingkat upah berada diatas tingkat upah subsistensi, maka orang-orang akan kawin pada usia muda, kematian anak-anak berkurang, dan jumlah kelahiran bertambah. Sebaliknya jumlah penduduk akan berkurang apabila tingkat upah yang berlaku jauh dibawah tingkat upah subsistensi. Dalam keadaan ini kematian anak-anak akan meningkat dan banyak perkawinan ditunda. Smith mengatakan bahwa "harga" tenaga manusia ditentukan oleh tarik menarik antara kekuatan permintaan dan penawaran.
3. Posisi stasioner
Akhirnya setiap perekonomian akan sampai pada posisi stasionernya. Pada posisi ini capital dan output tidak lagi tumbuh, permintaan tenaga kerja tidak naik, dan tingkat upah akan tertekan turun sampai pada tingkat upah subsistensi. Pada posisi stasioner nampaknya memang bukan suatu keadaan yang menarik, segalanya serba madeg. Jumlah penduduk yang mati sama dengan jumlah penduduk yang lahir, tingkat upah berada pada tingkat subsistensi dan tidak bisa diharapkan membaik, investasi digunakan hanya untuk mengganti kapital yang rusak. Ini semua terjadi karena perekonomian sudah mencapai perkembangan yang maksimal bila didukung oleh sumber-sumber alam yang ada.
- Teori Pertumbuhan Ekonomi David Ricardo
Ricardo mengemukakan pertumbuhan ekonomi klasik yang mengalami pengembangan lebih lanjut. Garis besar proses pertumbuhan dan kesimpulan-kesimpulan umum yang ditarik oleh Ricardo tidak terlalu berbeda dengan teori Adam Smith. Ricardo menganggap bahwa faktor produksi tanah (sumber daya alam) tidak bisa bertambah sehingga akhirnya bertindak sebagai pembatas dalam proses pertumbuhan.
Aspek-aspek proses pertumbuhan menurut Ricardo memiliki ciri sebagai berikut :
a. Tanah terbatas jumlahnya.
b. Tenaga kerja (penduduk) yang meningkat atau menurun sesuai dengan tingkat upah apakah diatas atau dibawah tingkat upah minimal (upah alamiah).
c. Akumulasi kapital terjadi apabila tingkat keuntungan yang diperoleh pemilik kapital berada diatas tingkat keuntungan minimal yang diperlukan untuk menarik mereka melakukan investasi.
d. Dari waktu ke waktu terjadi kemajuan teknologi.
e. Sektor pertanian dominan.
Satu-satunya harapan untuk meningkatkan perekonomian adalah adanya kemungkinan kemajuan teknologi. Kemajuan teknologi meningkatkan produktivitas tenaga kerja dan kapital. Jadi dengan adanya teknologi, the law of diminishing return bisa diperlambat dan kemerosotan tingkat upah dapat ditekan. Dalam posisi pertumbuhan ekonomi menurut Ricardo ada dua kekuatan dinamis yang tarik menarik, yaitu :
a. The law of diminishing return.
b. Kemajuan teknologi.
Diantara keduanya yang paling dominan adalah the law of diminishing return. Adanya keterbatasan faktor produksi tanah akan membatasi pertumbuhan ekonomi suatu negara. Suatu negara hanya bisa tumbuh sampai batas yang dimungkinkan oleh sumber daya alam yang dimilki negara tersebut.
The law of deminishing return berbunyi : apabila salah satu input tetap, sedang input-input lainnya ditambah penggunaanya maka tambahan output yang dihasilkan dari setiap unit tambahan input tersebut mula-mula naik, akan tetapi kemudian seterusnya menurun apabila inputnya terus ditambah.
- Teori Pertumbuhan Ekonomi Schumpeter
Schumpeter berpendapat bahwa motor penggerak pembangunan ekonomi adalah suatu proses yang ia beri nama inovasi, dan pelakunya adalah para wiraswasta, inovator, atau entrepreneur.
SKRIPSI PENGARUH PERTUMBUHAN EKONOMI, INFLASI, DAN TINGKAT KESEMPATAN KERJA TERHADAP TINGKAT KEMISKINAN DI INDONESIA

SKRIPSI PENGARUH PERTUMBUHAN EKONOMI, INFLASI, DAN TINGKAT KESEMPATAN KERJA TERHADAP TINGKAT KEMISKINAN DI INDONESIA

Tuesday, January 19, 2016

(KODE : 0001-EKOPEMB) : SKRIPSI PENGARUH PERTUMBUHAN EKONOMI, INFLASI, DAN TINGKAT KESEMPATAN KERJA TERHADAP TINGKAT KEMISKINAN DI INDONESIA



BAB II 
LANDASAN TEORI

2.1 Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi adalah kenaikan pendapatan nasional secara berarti dalam suatu periode perhitungan tertentu (Putong, 2003). Angka pertumbuhan ekonomi umumnya dalam bentuk persentase dan bernilai positif, tetapi mungkin juga bernilai negatif. Negatifnya pertumbuhan ekonomi disebabkan adanya penurunan yang lebih besar dari pendapatan nasional tahun berikutnya dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Menurut Boediono (1985) dalam Kuncoro (2004), teori pertumbuhan ekonomi menjelaskan faktor-faktor apa yang menentukan kenaikan output perkapita dalam jangka panjang, dan penjelasan mengenai bagaimana faktor-faktor tersebut berinteraksi satu sama lain, sehingga terjadi proses pertumbuhan.
Menurut Prof. Simon Kuznets, mendefinisikan pertumbuhan ekonomi sebagai kenaikan j angka panjang dalam kemampuan suatu negara untuk menyediakan semakin banyak jenis barang-barang ekonomi kepada penduduknya. Kemampuan ini tumbuh sesuai dengan kemajuan teknologi, dan penyesuaian kelembagaan dan idiologis yang diperlukannya. Definisi ini mempunyai 3 (tiga) komponen: pertama, pertumbuhan ekonomi suatu bangsa terlihat dari meningkatnya secara terus-menerus persediaan barang; kedua, teknologi maju merupakan faktor dalam pertumbuhan ekonomi yang menentukan derajat pertumbuhan kemampuan dalam penyediaan aneka macam barang kepada penduduk; ketiga, penggunaan teknologi secara luas dan efisien memerlukan adanya penyesuaian di bidang kelembagaan dan ideologi sehingga inovasi yang dihasilkan oleh ilmu pengetahuan umat manusia dapat dimanfaatkan secara tepat (Jhingan, 2000). 

2.1.1 Faktor-Faktor Pertumbuhan Ekonomi
Menurut Arsyad (1997), terdapat 3 faktor penting yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, yaitu: (1) akumulasi modal, termasuk semua investasi baru yang berwujud tanah(lahan), peralatan fisikal dan sumberdaya manusia (human resources), (2) pertumbuhan penduduk, dan (3) kemajuan teknologi. 
1. Akumulasi Modal
Akumulasi modal akan terjadi jika ada proporsi tertentu dari pendapatan sekarang yang ditabung dan kemudian diinvestasikan untuk memperbesar output pada masa yang akan datang. Pabrik-pabrik, mesin-mesin, peralatan-peralatan dan barang-barang yang baru akan meningkatkan stok modal fisikal suatu negara sehingga pada gilirannya akan memungkinkan negara tersebut untuk mencapai output yang lebih besar.
Selain itu, ada juga investasi tidak langsung. Pembangunan fasilitas-fasilitas irigasi akan dapat memperbaiki kualitas lahan pertanian melalui peningkatan produktivitas per hektar. Jika 100 hektar lahan beririgasi bisa menghasilkan output yang sama dengan 200 hektar lahan tidak beririgasi, maka fasilitas irigasi itu nilainya sama dengan dua kali luas lahan tanpa irigasi. Sama halnya dengan investasi tidak langsung, investasi sumberdaya manusia juga dapat memperbaiki kualitas sumberdaya manusia dan juga akan mempunyai pengaruh yang sama atau bahkan lebih besar terhadap produksi. Sekolah formal, sekolah kejuruan, dan program-program latihan kerja serta berbagai pendidikan informal lainnya, semua diciptakan secara lebih efektif untuk memperbesar kemampuan manusia dan sumber-sumberdaya lainnya sebagai hasil dari investasi langsung dalam pembangunan gedung, peralatan dan bahan-bahan (buku-buku, pro véktor, peralatan penelitian, alat-alat latihan kerja, mesin-mesin, dan lain-lain).
Semua jenis investasi diatas menyebabkan terjadinya akumulasi modal. Akumulasi modal, akan menambah sumberdaya-sumberdaya baru atau meningkatkan kualitas sumberdaya yang ada, tetapi ciri-cirinya yang utama bahwa investasi itu menyangkut suatu trade-off antar konsumsi sekarang dan konsumsi masa yang akan datang, menghasilkan hasil yang sedikit sekarang tetapi hasilnya akan lebih banyak nanti. 2. Pertumbuhan Penduduk
Pertumbuhan penduduk dan hal yang berhubungan dengan kenaikan jumlah angkatan kerja dianggap sebagai faktor yang positif dalam merangsang pertumbuhan ekonomi, artinya semakin banyak angkatan kerja berarti semakin produktif tenaga kerja, sedangkan semakin banyak penduduk akan meningkatkan potensi pasar domestik. 
3. Kemajuan Teknologi
Kemajuan teknologi merupakan faktor yang paling penting dalam pertumbuhan ekonomi. Kemajuan teknologi disebabkan oleh cara-cara baru dan cara-cara lama yang diperbaiki dalam melakukan pekerjaan-pekerjaan tradisional seperti cara menanam padi, membuat pakaian, atau membuat rumah. 

2.1.2 Teori Pertumbuhan Ekonomi
1. Teori Pertumbuhan Harrod-Domar
Merupakan perluasan dari analisa Keynes mengenai kegiatan ekonomi nasional dan masalah penggunaan tenaga kerja. Teori Harrod-Domar pada hakekatnya berusaha untuk menunjukan syarat yang di perlukan agar pertumbuhan yang mantap atau steady growth yang dapat di definisikan sebagai pertumbuhan yang akan selalu menciptakan penggunaan sepenuhnya alat-alat modal yang akan selalu berlaku dalam perekonomian.
Teori Harrod-Domar memperhatikan dua aspek dari pembetukan modal dalam kegiatan ekonomi yaitu : mempertinggi pengeluaran masyarakat dan mempertinggi jumlah alat-alat modal dalam masyarakat. Dalam teori ini juga pembentukan modal dipandang sebagai pengeluaran yang akan menambah kesanggupan suatu perekonomian untuk menghasilkan barang-barang maupun sebagai pengeluaran dan permintaan efektif seluruh masyarakat.
Dalam teori ini juga menganggap bahwa pertambahan dalam kesanggupan memproduksi ini tidak secara sendirinya akan menciptakan pertambahan produksi kenaikan pendapatan nasional. Harrod-Domar menyatakan bahwa pertambahan produksi dan pendapatan nasional bukan ditentukan oleh pertambahan dalam kapasitas memproduksi masyarakat, tetapi oleh kenaikan pengeluaran masyarakat. Dengan demikian, walaupun kapasitas memproduksi bertambah, pendapatan nasional baru akan bertambah dan pertumbuhan ekonomi tercipta. Analisa Harrod-Domar bertujuan menunjukan syarat yang diperlukan supaya dalam jangka panjang kemampuan produksi yang bertambah dari masa ke masa (yang di akibatkan oleh pembetukan modal pada masa sebelumnya) akan selalu sepenuhnya digunakan. 
2. Teori Pertumbuhan Ekonomi Solow-Swan
Menurut teori ini garis besar proses pertumbuhan mirip dengan teori Harrod-Domar dimana asumsi yang melandasi model ini yaitu:
1. Tenaga Kerja (penduduk) tumbuh dengan laju tertentu, misal P per tahun.
2. Adanya Fungsi produksi Q = f (K, L) yang berlaku bagi setiap periode.