Showing posts with label skripsi pendolra. Show all posts
Showing posts with label skripsi pendolra. Show all posts
SKRIPSI KOMPETENSI GURU DALAM MENGEVALUASI HASIL BELAJAR PENJAS DI SMP

SKRIPSI KOMPETENSI GURU DALAM MENGEVALUASI HASIL BELAJAR PENJAS DI SMP

Sunday, January 24, 2016
(0021-PENDOLRA) SKRIPSI KOMPETENSI GURU DALAM MENGEVALUASI HASIL BELAJAR PENJAS DI SMP


BAB II 
PENGOLAHAN DATA

2.1. Deskripsi Data
Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah hasil dari penyebaran angket tentang Kompetensi Guru Dalam Mengevaluasi Hasil Belajar Siswa Di SMP Negeri Se Kecamatan Rangsang Barat Kabupaten Bengkalis, berdasarkan data yang terkumpul akan diperoleh gambaran tentang, perencanaan, pelaksanaan, Evaluasi, program perbaikan dan pengayaan yang dilkakukan guru penjas . mengevaluasi hasil belajar siswa
Sebelum penyebaran angket ke sekolah-sekolah, penulis melakukan perkenalan dengan kepala sekolah maupun guru penjas. Setelah melakukan perkenalan dengan kepala sekolah dan guru penjas yang ada SMP Negeri Se Kecamatan Rangsang Barat Kabupaten Bengkalis angket langsung diantar keguru
yang bersangkutan sambil menjelaskan tentang tata cara pengisian angket sekaligus
bersilaturahmi.
2.1.1. Kompetensi Guru Dalam Mengevaluasi Hasil Belajar Siswa Di SMP
Negeri Se Kecamatan Rangsang Barat Kabupaten Bengkalis Tahun 2009/2010
Untuk dapat mengevaluasi hasil belajar siswa dengan baik seorang gum dituntut untuk terlebih dahulu memiliki perencanaan, pelaksanaan pembelajaran, melakukan evaluasi dan melakukan program perbaikan dan pengayaan dengan baik.
Untuk mengetahui sejauhmana Kompetensi Guru Dalam Mengevaluasi Hasil Belajar Siswa Di SMP Negeri Se Kecamatan Rangsang Barat Kabupaten Bengkalis penulis membuat sejumlah pertanyaan dalam bentuk angket, angket yang berisi 30 pertanyaan yang masing-masing pertanyaan 4 opsi jawaban, yang masing-masing opsi mempunyai nilai berbeda, Aspek perencanaan terdiri dari 10 pertanyaan . responden yang membuat perencanaan pembelajaran sesuai dengan KTSP dari 4 responden yang menjawab sering sekali (SS) dan sering (SR) tidak ada dan yang menjawab jarang (JR) 4 responden (16%) dan yang menjawab jarang sekali (JS) tidak ada. Responden yang membuat program tahunan dan semester dengan berpedoman pada KTSP dari 4 responden yang menjawab sering sekali (SS) tidak ada dan sering (SR) 2 responden (8%).jarang (JR) 2 responden (8%) dan yang menjawab jarang sekali (JS) tidak ada. Responden yang membuat program tahunan dan semester berdasarkan sarana dan prasarana yang ada di sekolah dari 4 responden yang menjawab sering sekali (SS) 2 responden (8%) , sering (SR) 2 responden (8%) , jarang (JR)dan yang menjwab jarang sekali (JS) tidak ada
Responden yang membuat silabus dengan mengacu pada program tahunan dan semester yang sudah dibuat, dari 4 responden yang menjawab sering sekali (SS) 3 responden (12%) sering (SR) 1 responden (4%), jarang (JR) dan yang menjawab jarang sekali (JS) tidak ada.
Responden yang merumuskan kompetensi dasar sesuai dengan kemampuan siswa, dari 4 responden yang menjawab sering sekali (SS) 3 responden (12%), sering (SR) tidak ada, jarang (JR) 1 responden (4%) dan yang menjawab jarang sekali (JS) tidak ada
Responden yang membuat rencana pembelajaran sebelum berdiri didepan kelas/lapangan, dari 4 responden yang menjawab sering sekali (SS) 1 responden (4%), sering (SR) 2 responden (8%), jarang (JR) 1 responden (4%) dan yang menjawab jarang sekali (JS) tidak ada .
Responden yang membuat rencana pembelajaran dengan mengacu pada silabus yang sudah dibuat, dari 4 responden yang menjawab sering sekali (SS) 3 responden (12%), sering (SR) 1 responden (4%), jarang (JR), dan yang menjawab jarang sekali (JS) tiak ada
Responden yang merancang kegiatan belajar mengajar dalam rencana pembelajatran, dari 4 responden yang menjawab sering sekali (SS) tidak ada, sering
 (SR) 2 responden (8%), jarang (JR) 1 responden (4%) dan yang menjawab jarang sekali (JS) 1 responden (4%).
Responden yang mempersiapkan beberapa metoda dan strategi pembelajaran dalam rencana pembelajaran, dari 4 responden yang menjawab sering sekali (SS) tidak ada, sering (SR) 1 responden (4%), dan yang menjawab jarang (JR) 3 responden (12%) dan jarang sekali (JS) tidak ada (0%).
Responden yang membuat rencana pembelajaran dengan berpedoman pada sumber buku pegangan, dari 4 responden yang menjawab sering sekali (SS) 3 resonden (12%), sering (SR) 1 responden (4%), jarang (JR) dan yang menjawab jarang sekali (JS) tidak ada (0%). Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut ini .Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut ini : Tabel 3 Jawaban Responden Pada Aspek Perencanaan

No Aspek Perencanaan SS(%) SR(%) JR(%) JS(%) Jumlah
1 Perencanaan pembelajaran sayabuat berdasarkan KTSP   4 (8)  4/8
2 Saya membuat prota/prosem berpedoman pada KTSP  2 (6) 2 (4  4/10
3 Saya membuat prora/prosem berdasarkan sarana dan prasarana yang ada disekolah 2 (8 2 (6   4/14
4 Saya membuat silabus mengacu pada prota/prosem yang sudah dibuat 3 (12) 1 (3   4/15
5 Saya merumuskan kompetensi dasar sesuai dengan tingkat kemampuan siswa 3 (12)  1 (2)  4/14
6 Rencana pembelajaran saya buat sebelum 1 (4) 2 (6) 1 (2) - 4/12 mengajar didepan kelas/lapangan  
7 Rencana pembelajaran saya buat mengacu pada silabus 3 (12) 1 (3)   4/15
8 Dalam rencana pembelajaran saya merancang kegiatan belajar mengajar  2 (6) 1 (2) 1 (1) 4/9
9 Dalam menyususn rencana pembelajaran saya mempersiapkan beberapa metoda dan strategi pembelajaran  1 (3) 3 (6)  4/9
10 Saya membuat rencana pembelajaran berpedoman kepada sumber buku / buku pegangan 3 (12) 1 (3)   4/15
Jumlah 15/60 12/36 12/24 1/1 40/121 Persentase 37,50% 22,50% 15% 0,62% 75,62%
Selanjutnya Aspek pelaksanaan terdiri dari 11 pertanyaan, responden yang melaksanakan KTSP dalam proses belajar mengajar di sekolah, dari 4 responden yang menjawab sering sekali (SS) 4 responden (16%), sering (SR), jarang (JR) dan yang menjawab jarang sekali (JS) tidak ada.
Responden yang merancang materi yang akan di sampaikan sebelum berdiri didepan kelas /lapangan, dari 4 responden yang menjawab sering sekali (SS) tidak ada , sering (SR) 3 responden (12%), dan yang menjawab jarang (JR) tidak ada dan jarang sekali (JS) 1 responden (4%).
Responden yang mempersiapkan media sebelum melakukan kegiatan belajar mengajar, dari 4 rsponden yang menjawab sering sekali (SS) tidak ada, sering (SR) 4 responden (16%) jarang ( JR) dan yang menjawab jarang sekali (JS) tidak ada
Responden yang memberikan latihan pemanasan diawal mata pelajaran praktek, dari 4 responden yang menjawab sering sekali (SS) sering (SR) tidak ada dan yang menjawab jarang (JR) 4 responden (16%) dan jarang sekali (JS) .tidak ada
Responden yang menyampaikan materi pelajaran sesuai dengan silabus dan rencana pembelajaran, dari 4 responden yang menjawab sering sekali (SS) 1 responden (4%) dan yang menjawab sering (SR) 1 responden (4%), jarang (JR) 1 responden (4%) dan yang menjawab jarang sekali (JS) 1 responden (4%).
Responden yang memberikan pemanasan sebelum memberikan pelajaran inti, dari 4 responden yang menjawab sering sekali (SS) tidak ada (SR) 3 responden (12%) dan yang menjawab jarang (JR) 1 responden (32%) dan jarang sekali (JS) tidak ada (0%).
Responden yang memberikan contoh/demontrasi materi kepada siswa, dari 4 responden yang menjawab sering sekali (SS) tidak ada sering (SR) 1 responden (4%), dan yang menjawab jarang (JR) 2 responden (8%)dan jarang sekali (JS) 1 responden (4%).
Responden yang memberikan bimbingan kepada siswa yang belum menguasai materi pelajaran, dari 4 responden yang menjawab sering sekali (SS) tidak ada sering (SR) 4 responden (16%) dan yang menjawab jarang (JR) dan jarang sekali (JS) tidak ada ()%).
Responden yang memotifasi siswa dalam proses belajar mengajar, dari 4 responden yamg menjawab sering sekali (SS) tidak ada, sering (SR) 1 responden (4%), jarang (JR) 3 responden (23%) dan yang menjawab jarang sekali (JS) 0 responden (0%).
Ressponden yang memberikan materi pelajaran dengan menggunakan lebih dari satu metoda pelajaran, dari 4 responden yang menjawab sering sekali (SS) 2 responden (8%), sering (SR) 1 responden (4%), jarang (JR)1 responden (4%) dan yang menjawab jarang sekali (JS) tidak ada
Responden yang memberikan pendinginan kepada siswa diakhir pelajaran , dari 4 responden yang menjawab sering sekali (SS) tidak ada , sering (SR) 1 responden (4%), dan yang menjawab jarang (JR) 3 responden (12%)dan jarang sekali (JS) tidak ada (0%). Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut ini
Tabel 4 Jawaban Responden Pada Aspek Pelaksanaan No Aspek pelaksanaan SS(%) SR(%) JR(%) JS(%) Jumlah
11 Saya sudah melaksanakan KTSP dalam proses belajar mengajar di sekolah 4 (16)    4/16
12 Sebelum berdiri didepan kelas /lapangan terlebih dahulu saya sudah merancang materi apa yang akan saya berikan kepada siswa  3 (9)  1 (1) 4/10
13 Saya mempersiapkan media sebelummelakukan kegiatan belajar mengajar  4 (12)  - 4/12
14 Bila praktek dilapangan saya memberikan latihan - - 4 - 4/8 pemanasan diawal pelajaran   (8)
15 Saya menyampaikan materi pelajaran sesuai dengan silabus dan rencana pembelajaran yang sudah saya buat 1 (4) 1 (3) 1 (2) 1 (1) 4/16
16 Kegiatan inti saya berikan setelah siswa melakkan pemanasan  3 (9) 1 (2)  4/11
17 Saya memberikan contoh mendemontrasikan materi pelajaran kepada siswa  1 (3) 2 (4) 1 (1) 4/8
18 Saya membimbing siswa yang belummampu menguasai materi ajar  4 (12)   4/12
19 Saya memotifasi siswa - 1 3 - 4/9  (3) (6)
20 Saya memakai lebih dari satu metoda pembelajaram 2 (8) 1 (3) 1 (2)  4/11
21 memberikan pendinginan kepada siswa diakhir pelajaran 1 (4)  3 (6)  4/10  Jumlah 8/32 18/54 15/30 3/3 44/119 Persentase 18,18% 30,68% 17,045% 1,70% 67,61%
Selanjutnya Aspek evaluasi terdiri dari 5 pertanyaan. Responden yang mengadakan penilaian pada saat proses belajar mengajar berlangsung, dari 4 responden yang menjawab sering sekali (SS) 3 responden (12%), sering (SR) 1 responden (4%), jarang (JR) dan yang menjawab jarang sekali (JS) tidak ada (0%).
Responden yang mengadakan evaluasi setelah selesai satu standar kompetensi, dari 4 responden yang menjawab sering sekali (SS) 3 responden (12%), sering (SR) tidak ada, jarang (JR) 1 responden (4%) dan yang menjawab jarang sekali (JS) tidak ada.
Responden yang mengevaluasi dan mengoreksi kegiatan belajar mengajar yang sudah dilaksanakan, dari 4 responden yang menjawab sering sekali (SS) tidak ada, sering (SR) 1 responden (4%) dan yang menjawab jarang (JR) 3 responden (12%) dan jarang sekali (JS) tidak ada (0%).
Responden yang mengambil nilai performans siswa, dari 4 responden yang menjawab sering sekali (SS) 2 respoden (8%), sering (SR) 2 responden (8%) dan yang menjawab jarang (JR) dan jarang sekali (JS) tidak ada (0%).
Responden yang mengambil nilai pada aspek kognitif, afektif dan psikomotor, dari 4 responden yang menjawab sering sekali (SS) 1 responden (4%), sering (SR) 1 responden (4%), jarang (JR) 2 responden (8%)dan yang menjawab jarang sekali (JS) tidak ada (0%). Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut ini
Tabel 4 Jawaban Responden Pada Aspek Evaluasi
No Aspek Evaluasi SS(%) SR(%) JR(%) JS(%) jumlah 22 Saya mengadakan penilaian pada saat proses belajar mengajar 3 (12) 1 (3)   4/15 23 Saya mengadakan evaluasi setelah selesai satu standar kompetensi 3 (12)  1
(2)  4/14 24 Saya mengevaluasi dan mengoreksi kegiatan b el ajar mengajaryang sudah dilaksanakan  1 (3) 3 (6)  4/9 25 Saya mengambil nilai performans 2 (8) 2 (6) - - 4/14 26 Penilaian yang saya ambil mencakup aspek kognitif, afektif dan psikomotor 1 (4) 1 (3) 2 (4) - 4/1 Jumlah 9/36 5/15 6/12  20/54 Persentase 45% 18,75% 15%  67,5%
Pada Aspek perbaikan dan pengayaan terdiri dari 4 pertanyaan. Responden yang memberikan perbaikan kepada siswa yang belum menguasai materi pelajaran yang sudah diajarkan, dari 4 responden yang menjawab sering sekali (SS) 1 responden (4%), sering (SR) 3 responden (12%) dan yang menjawab jarang (JR) dan jarang sekali (JS) tidak ada .
Responden yang memberikan pengayaan kepada siswa yang sudah mampu menguasai materi pelajaran yang sudah diajarkan, dari 4 responden yang menjawab sering sekali (SS) 3 responden (12,0%), sering (SR) 1 responden (4%), jarang (JR) dan yang menjawab jarang sekali (JS) tidak ada
Responden yang memberikan perbaikan dan pengayaaan pada setiap selesai satu standar kompetensi, dari 4 respnden yang menjawab sering sekali (SS) 3 responden (12%), sering (SR) tidak ada, jarang (JR) 1 responden (4%) dan yang menjawab jarang sekali (JS) tidak ada.
Responden yang memberikan program perbaikan dan pengayaan jam pelajaran, dari 4 responden yang menjawab sering sekali (SS) tidak ada, sering

SKRIPSI MINAT SISWA DALAM MENGIKUTI KEGIATAN EKSTRAKURIKULER OLAHRAGA HUBUNGANNYA DENGAN MOTIF BERPRESTASI PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI

SKRIPSI MINAT SISWA DALAM MENGIKUTI KEGIATAN EKSTRAKURIKULER OLAHRAGA HUBUNGANNYA DENGAN MOTIF BERPRESTASI PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI

Sunday, January 24, 2016

(0020-PENDOLRA) SKRIPSI MINAT SISWA DALAM MENGIKUTI KEGIATAN EKSTRAKURIKULER OLAHRAGA HUBUNGANNYA DENGAN MOTIF BERPRESTASI PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI





BAB II 
TINJAUAN TEORETIS

A. Minat
1. Pengertian Minat
Minat merupakan aspek yang terdapat pada setiap diri seseorang sehingga menjadi tertarik menyukai, dan menyenangi terhadap suatu objek atau benda.Secara umum minat dapat diartikan sebagai suatu perasaan, keinginan atau kesukaan terhadap suatu kegiatan, benda, barang, jabatan, pekerjaan, persoalan, atau situasi yang berkenaan dengan dirinya dan dapat memberikan kepuasan pribadinya.
Minat dapat diekspresikan melalui suatu pernyataan yang menunjukkaan bahwa seseorang lebih menyukai suatu hal lainnya, dan dapat pula dimanifestasikan melalui partisipasi dalam suatu aktivitas. Seseorang yang memiliki minat terhadap suatu objek tertentu cenderung untuk memberikan perhatian yang lebih besar terhadap objek tersebut. Menurut pendapat, Gunarso (1995: 68) dikutip oleh cahya heriawan (2010: 14) mengatakan bahwa minat adalah sesuatu yang pribadi dan berhubungan erat dengan sikap. Minat dan sikap merupakan dasar bagi prasangka, dan minat juga penting dalam mengambil keputusan. Minat dapat menyebabkan seseorang giat melakukan menuju ke sesuatu yang telah menarik minatnya.
Pada dasarnya perilaku seseorang itu sesuai kebutuhan dan minat yang ada pada dirinya. Oleh karena itu prilaku individu merupakan gambaran tentang minat seseorang yang berkenaan dengan aktivitas atau objek yang disenanginya. Selanjutnya (Hurlock,1993) menjelaskan bahwa minat sangat penting, lebih lanjut minat dalam situs menjelaskan sebagai berikut :
Minat adalah sumber motivasi yang mendorong seseorang untuk melakukan apa yang ingin dilakukan ketika bebas memilih. Ketika seseorang menilai bahwa sesuatu akan bermanfaat, maka akan menjadi berminat, kemudian hal tersebut akan mendatangkan kepuasan. Ketika kepuasan menurun maka minatnya juga akan menurun. Sehingga minat tidak bersifat permanen, tetapi minat bersifat sementara atau dapat berubah-ubah.
Selanjutnya Pintrich dan Schunk (1996) dalam situs (http://mathedu-unila.blogspot.com/2009/10/pengertian-minat.html) juga menyebutkan bahwa minat merupakan sebuah aspek penting dari motivasi yang mempengaruhi prestasi.
Dengan demikian dapatlah dikemukakan bahwa minat itu merupakan suatu unsur kepribadian individu, serta minat akan mengerahkan tindakan individu terhadap suatu objek atas dasar rasa senang atau tidak senang. Perasaan senang merupakan dasar suatu minat. Minat seseorang akan dapat diketahui dari pernyataan senang atau tidak senang ataupun suka atau tidak suka terhadap suatu objek.
Salah satu kajian terhadap pengertian minat menurut (Gunarso, 1995 : 68). Minat adalah sesuatu yang pribadi dan berhubungan erat dengan sikap. Minat dan sikap merupakan dasar bagi prasangka, dan minat juga penting dalam mengambil keputusan. Minat dapat menyebabkan seseorang giat melakukan menuju ke sesuatu yang telah menarik minatnya.
Dengan demikian minat sebagai unsur motivasi dapat memberikan keuntungan, kepuasan, dan dapat memenuhi kebutuhan seseorang. Suatu objek akan diminati seseorang sesuai dengan adanya kebutuhan pada orang itu. Makin kuat kebutuhan makin kuat pula seseorang untuk meminati suatu objek atau situasi yang berkaitan dengan individu dan dapat memberikan kepuasan pribadinya.
Berdasarkan beberapa pendapat mengenai definisi minat, pada prinsipnya memiliki karakteristik yang sama yaitu adanya perasaan senang terhadap sesuatu, mempunyai sifat positif, adanya keinginan dan kebutuhan untuk mencapai tujuan.
2. Proses Timbulnya Minat 
Minat dapat berhubungan dengan daya gerak yang mendorong individu menghadapi atau berurusan dengan orang, keinginan atau bisa juga sebagai pengalaman yang dirangsang oleh kegiatan itu sendiri. Dengan kata lain minat dapat menjadi penyebab kegiatan dan partisipasi individu melakukan suatu kegiatan. Arah pikiran individu barulah berpengaruh kalau minat individu itu sendiri dengan situasi yang individu temukan sendiri.
Tingkah laku manusia dipengaruhi oleh pengalaman dan kesadaran yang bersifat tanggapan atau jawaban sehingga memungkinkan berubahnya hubungan antara gagasan dan proses pemikiran ketika hal ini dialami dan diekspresikan. Sifat pengalaman yang dinamis pada suatu saat akan melahirkan suatu pemikiran
yang kuat dan mantap. Sedangkan pada saat berikutnya akan melahirkan yang lain.
Walaupun demikian, dasar perubahan pemikiran dan pandangan berdasarkan kondisi lingkungan yang ada adalah karena pengaruh minat yang melahirkan pengalaman yang nantinya akan mengarahkan pola jiwa individu. Individu tak menyadari atau kenyataan bahwa demikian menonjol dan kuatnya selektif yang digerakan oleh minat dan perasaan individu.
Minat timbul karena adanya kebutuhan dan keinginan yang berkenaan dengan dirinya. Hal ini sejalan dengan pendapat Crow & Crow (1984) dalam situs (http://mathedu-unila.blogspot.com/2009/10/pengertian-minat.html) menjabarkan bahwa minat dapat menunjukkan kemampuan untuk memperhatikan seseorang, Sesuatu barang atau kegiatan atau sesuatu yang dapat memberi pengaruh terhadap pengalaman yang telah distimuli oleh kegiatan itu sendiri. Minat dapat menjadi sebab sesuatu kegiatan dan hasil dari turut sertanya dalam kegiatan tersebut.
Lebih lanjut Sutjipto (2001) (www.depdiknas.go.id/Jurnal/45/sutjipto.htm) menjelaskan bahwa :
Minat adalah kesadaran seseorang terhadap suatu objek, orang, masalah, atau situasi yang mempunyai kaitan dengan dirinya. Artinya, minat harus dipandang sebagai sesuatu yang sadar. Karenanya minat merupakan aspek psikologis seseorang untuk menaruh perhatian yang tinggi terhadap kegiatan tertentu dan mendorong yang bersangkutan untuk melaksanakan kegiatan tersebut.
Proses terbentuknya minat seringkali diikuti pula oleh berkurangnya atau memudarnya minat individu. Kenyataan demikian seringkali dialami individu, dan selama objek tersebut berhubungan dengan dirinya maka kedudukan minat akan tetap bertahan dan berlangsung selama objek yang menjadi perhatiannya
bermakna bagi dirinya.
3. Struktur Terbentuknya Minat
Menurut Kars Wohl (1974:37) dikutip oleh Heri Suhartono dalam Cahya Heriawan (2010: 19) menggambarkan mengenai terbentuknya minat yang terdiri dari beberapa komponen.Komponen tersebut dibagi lagi menjadi bagian-bagian terkecil sehingga memiliki urutan secara hinarki, komponen yang satu dengan yang lainnya berhubungan secara bertahap. Komponen-komponen tersebut memiliki sub komponen masing-masing. Secara keseluruhan komponen dan subkomponen tersebut merupakan suatu kebetulan struktur terbentuknya minat.
Adapun komponen dan subkomponen terbentuk minat adalah sebagai berikut :
1. Receiving (penerimaan atau perhatian)
a. Awarenes (kesadaran)
b. Willingness to receive (tertarik atau keinginan untuk menerima)
c. Controlled or selected attention (control atau memberikan perhatian secara selektif)
2. Responding (penanggapan)
a. Aquinsence in responding (menanggapi terdorong oleh saran)
b. Willingness to respond (tertarik untuk menanggapi)
c. Satisfaction in respond (menanggapi dengan penuh perasaan yang bergairah)
3. Valuing (penilaian)
a. Acceptance of a value (menerima nilai)
b. Preference for a value (tertarik untuk menanggapi)
c. Commitment (pengorganisasian)
4. Organizating (pengorganisasian)
a. Conceptualization of value (mengandung nilai)
b. Organization of a value (memadukan nilai secara ajeg, mengembangkan nilai)
5. Characterization by value complex (karakteristik pandangan hidup)
a. Generalized set (penyambung)
b. Characterization (pemeranan, pelukisan watak)
Sebagaimana penjelasan pada halaman 14 mengenai struktur terbentuknya minat dari prilaku individu dapat penulis kemukakan bahwa, yang menimbulkan minat individu pada suatu objek diawali dengan adanya perhatian atau penerimaan (receiving). Dalam penerimaan ini adanya rasa kesadaran (awareness), yang selanjutnya timbul keinginan untuk menerima (willingness to receive). Kemudian perhatian pada objek yang akan menjadi minatnya dikontrol secara selektif (controlled selected attention), selanjutnya adanya penanggapan responding individu tersebut pada objek yang menjadi perhatiannya.
Ada tiga tahapan dalam menanggapi, yang pertama adanya tanggapan karena terdorong oleh saran, permintaan atau suruhan (acquissence in responding). Kedua adanya keinginan untuk menanggapi dengan penuh perasaan yang bergairah, dan puas dalam menanggapi (statisfaction in responding). Setelah itu baru adanya penilaian (valuing) pada objek yang menjadi minatnya. Pada penelitian ini diawali dengan adanya penerimaan suatu nilai (acceptance of value), hingga akhirnya timbul kesukaan terhadap nilai (preference of value) pada objek yang menjadi minatnya.
Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat digambarkan bahwa struktur terbentuknya minat pada individu terhadap suatu objek disebabkan karena adanya komponen penerimaan, penanggapan dan penilaian. Minat tersebut dimulai dari tahapan adanya kesadaran sehingga akhirnya kesukaan terhadap suatu nilai pada objek yang menjadi minatnya, hal ini berlangsung sistematis.
4. Beberapa kondisi yang mempengaruhi minat
1. Status ekonomi
Apabila status ekonomi membaik, orang cenderung memperluas minat mereka untuk mencakup hal yang semula belum mampu mereka laksanakan. Sebaliknya kalau status ekonomi mengalami kemunduran karena tanggung jawab keluarga atau usaha yang kurang maju, maka orang cenderung untuk mempersempit minat mereka.
2. Pendidikan
Semakin tinggi dan semakin formal tingkat pendidikan yang dimiliki seseorang maka semakin besar pula kegiatan yang bersifat intelek yang dilakukan.
Seperti yang dikutip Notoatmojo, 1997 dari L.W. Green mengatakan bahwa "Jika ada seseorang yang mempunyai pengetahuan yang baik, maka ia mencari pelayanan yang lebih kompeten atau lebih aman baginya". Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai pelayanan kesehatan akan mempengaruhi pemanfaatan fasilitas pelayanan yang ada sehingga berpengaruh pada kondisi kesehatan mereka.
3. Tempat tinggal
Dimana orang tinggal banyak dipengaruhi oleh keinginan yang biasa mereka penuhi pada kehidupan sebelumnya masih dapat dilakukan atau tidak.

SKRIPSI MINAT SISWA TERHADAP OLAHRAGA BOLA VOLI

SKRIPSI MINAT SISWA TERHADAP OLAHRAGA BOLA VOLI

Sunday, January 24, 2016
(0019-PENDOLRA) SKRIPSI MINAT SISWA TERHADAP OLAHRAGA BOLA VOLI

BAB II 
LANDASAN TEORI

2.1 Definisi
2.1.1 Minat
Menurut Effendi (1985:122-123) minat adalah kecenderungan yang timbul apabila individu tertarik kepada sesuatu karena sesuai dengan kebutuhannya atau merasa sesuatu yang akan dipelajari dirasakan bermakna bagi dirinya. Minat adalah suatu perangkat mental yang terdiri dari campuran-campuran perasaan, harapan, pendidikan, rasa takut atau kecenderungan-kecenderungan lain yang menggerakan individu kepada suatu pilihan tertentu (Andi Mappier. 1982:62).
Minat merupakan salah satu unsur kepribadian yang memegang peranan penting dalam mengambil keputusan masa depan. Minat mengarahkan individu terhadap suatu obyek atas dasar rasa senang atau rasa tidak senang. Perasaan senang atau tidak senang merupakan dasar suatu minat. Minat seseorang dapat diketahui dari pernyataan senang atau tidak senang terhadap suatu obyek tertentu. (Dewa Ketut Sukardi. 1994:83). Kemudian Agus Suyanto (1992:101) juga mendefinisikan minat sebagai suatu pemusatan perhatian yang tidak disengaja yang terlahir dengan penuh kemauan dan tergantung dari bakat dan lingkungan. Pemusatan perhatian menurut pendapat di atas merupakan tanda seseorang yang mempunyai minat terhadap sesuatu yang muncul dengan tidak sengaja yang menyertai sesuatu aktivitas tertentu. Merangkum pendapat para ahli, minat adalah kecenderungan dalam diri seseorang untuk merasa tertarik, yang menjadi kekuatan atau pendorong yang menyebabkan seseorang memusatkan perhatian pada aktivitas tertentu. Jadi perhatian ini hanya semata-mata melukiskan keadaan obyek atau peristiwa (Sutrisno Hadi. 2000:3). Variabel dalam penelitian ini merupakan variabel tunggal yaitu minat siswa Madrasah Aliyah Bahasa Al-haromain terhadap olahraga bola voli. Sedang faktor yang akan diteliti dalam penelitian ini meliputi ketertarikan, perhatian, dan kebutuhan. Adapun definisi operasionalnya adalah:
Minat adalah kecenderungan dalam individu untuk tertarik pada obyek atau menyenangi suatu obyek dan ditandai dengan adanya rasa senang atau tertarik (Sumadi Suryobroto. 1988 : 109). Adapun definisi masing-masing faktor adalah sebagai berikut:
2.1.1.1 Tertarik
Tertarik menurut kamus besar bahasa Indonesia (W.J.S Poerwadarminto. 1996:102) berarti merasa senang, terpikat hatinya atau menaruh minat, karena perasaan seseorang akan diperkuat oleh sikap yang positif, jadi pada umumnya berlaku urutan psikologi sebagai berikut: perasaan senang-sikap positif-minat.
2.1.1.2 Perhatian
Perhatian menurut Dzakir (1993:144) adalah keaktifan peningkatan kesadaran seluruh fungsi yang diarahkan dalam pemusatan kepada barang, sesuatu yang baik yang ada dalam diri individu maupun yang ada di luar individu. Kemudian Sumadi Suryobroto (1984:16) menyatakan perhatian adalah pemusatan tenaga psikis tertuju pada suatu obyek. Selanjutnya Abu Ahmadi (1993:145) berpendapat perhatian adalah keaktifan jiwa yang di arahkan kepada suatu obyek baik di dalam maupun di luar individu.
Dari beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa perhatian merupakan aktifitas jiwa atau psikis yang tertuju pada suatu obyek baik yang ada pada diri individu maupun dari luar individu. Jadi perhatian dalam penelitian ini merupakan aktifitas psikis yang tertuju atau diarahkan kepada kegiatan olahraga bola voli.
2.1.1.3 Kebutuhan
Kebutuhan adalah keadaan atau sifat pribadi yang menyebabkan meningkatnya attention atau perhatian (Sumadi Suryobroto. 1984:23). 2.1.2 Olahraga Bola Voli
Bola voli adalah permainan beregu yang dalam satu regu permainannya satu sama lain harus saling mendukung dan bahu-membahu membentuk regu yang kompak (Suharno.1985:15). Adapun teknik dasar bola voli menurut Suharno (1985:16) adalah meliputi : Service, Pass bawah, Pass atas, Set-Up (Umpan), Smash, Block (Bendungan). Seperti dikatakan oleh Sarumpaet (1991:133), bahwa: "penguasaan teknik dasar bola voli merupakan unsur yang menentukan kalah dan menangnya suatu regu dalam pertandingan. Oleh karena itu, teknik dasar permainan harus benar-benar dikuasai lebih dahulu agar dapat mengembangkan untuk pertandingan lancar dan teratur", Pengertian "teknik dasar" menurut Yunus (1992: 68) adalah "cara melakukan sesuatu untuk mencapai tujuan tertentu secara efektif dan efisien sesuai dengan peraturan yang berlaku untuk mencapai hasil yang optimal", Selanjutnya dikatakan pula, mengenai macam teknik dasar, yaitu : servis,
passing, set - up, smash dan block. Permainan bola voli ini dilakukan oleh semua lapisan masyarakat, dari anak-anak sampai lapisan orang tua, laki-laki maupun perempuan, masyarakat kota sampai pada masyarakat desa (M. Yunus. 1992).
2.2 Faktor-Faktor yang Menimbulkan Minat
Minat timbul bila ada pehatian dengan kata lain minat merupakan sebab dan akibat dari perhatian. Seseorang yang mempunyai perhatian terhadap sesuatu yang dipelajari maka ia mempunyai sikap yang positif dan merasa senang terhadap hal tersebut, sebaliknya perasaan tidak senang akan menghambat. Minat timbul karena adanya faktor interen dan eksteren yang menentukan minat seseorang.
2.3 Bentuk-bentuk Minat
Menurut M. Buchori (1991:136) minat dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu:
2.3.1. Minat Primitif
Minat primitif disebut minat yang bersifat biologis, seperti kebutuhan makan, minum, bebas bergaul dan sebagainya. Jadi pada jenis minat ini meliputi kesadaran tentang kebutuhan yang langsung dapat memuaskan dorongan untuk mempertahankan organisme.
2.3.2. Minat Kultural
Minat kultural atau dapat disebut juga minat sosial yang berasal atau diperoleh dari proses belajar. Jadi minat kultural disini lebih tinggi nilainya dari pada minat primitif.
2.4 Macam- macam Minat
Menurut Dewa Ketut Sukardi ( 1994 : 83 ) mengemukakan bahwa ada tiga cara yang dapat digunakan untuk menentukan minat, yaitu: 2.4.1. Minat yang diekspresikanl Expressed Interest
Seseorang dapat mengungkapkan minat atau pilihannya dengan kata-kata tertentu. Misal: seseorang mungkin mengatakan bahwa dirinya tertarik dalam mengumpulkan mata uang logam, perangko dan lain-lain. 2.4.2 Minat yang diwujudkanl Manifest Interest
Seseorang dapat mengungkapkan minat bukan melalui kata-kata melainkan dengan tindakan atau perbuatan, yaitu ikut serta dan berperan aktif dalam suatu kegiatan. Misal: kegiatan olahraga, pramuka dan sebagainya yang menarik perhatian.
2.4.3. Minat yang diinventariskanl Inventoral Interest
Seseorang menilai minatnya agar dapat diukur dengan menjawab terhadap sejumlah pertanyaan tertentu atau urutan pilihannya untuk kelompok aktivitas tertentu. Pertanyaan-pertanyaan untuk mengukur minat seseorang disusun dengan menggunakan angket.
2.5 Unsur-unsur Minat
Seseorang dikatakan berminat terhadap sesuatu bila individu itu memiliki beberapa unsur antara lain:
2.5.1. Perhatian
Seseorang dikatakan berminat apabila individu disertai adanya perhatian, yaitu kreatifitas jiwa yang tinggi yang semata-mata tertuju pada suatu obyek. Jadi seseorang yang berminat terhadap sesuatu obyek yang pasti perhatiannya akan memusat terhadap sesuatu obyek tersebut. Dalam hal ini perhatian ditujukan pada obyek olahraga bola voli.
2.5.2. Kesenangan
Perasaan senang terhadap sesuatu obyek baik orang atau benda akan menimbulkan minat pada diri seseorang, orang merasa tertarik kemudian pada gilirannya timbul keinginan yang dikehendaki agar obyek tersebut menjadi miliknya. Dengan demikian maka individu yang bersangkutan berusaha untuk mempertahankan obyek tersebut.
2.5.3. Kemauan
Kemauan yang dimaksud adalah dorongan yang terarah pada suatu tujuan yang dikehendaki oleh akal pikiran. Dorongan ini akan melahirkan timbulnya suatu perhatian terhadap suatu obyek. Sehingga dengan demikian akan muncul minat individu yang bersangkutan.
2.6 Teori Perkembangan Minat
2.6.1. Minat memainkan peranan yang sangat penting dalam keberhasilan
belajar.
2.6.2. Menyukai minat secara obyektif akan kurang berarti jika pengukuran itu
hanya mempertimbangkan hal-hal yang penting dalam jangka waktu yang
pendek.
2.6.3. Keberhasilan seseorang dalam belajar bukan hanyalah memiliki
karakteristik bakat dan kemampuan yang sama, tetapi memiliki minat
sebagaimana adanya.
2.7 Ciri-ciri Minat Anak
Dorongan-dorongan yang ada pada diri anak, menggambarkan perlunya perlakuan yang luas, sehingga ciri-ciri dan minat anak tergambar lebih terinci dan faktual, sesuai dengan usia dan kedewasaan mereka. Dengan demikian ciri-ciri dan minat anak akan menjadi pedoman penyelenggaraan program pendidikan jasmani yang arahnya dapat dikategorikan ke dalam domain hasil belajar, yaitu psikomotor, afektif, kognitif dan domain yang lain. Dengan digunakannya sebagai pedoman, maka pedoman dan pengembangan program akan sesuai dengan ketepatan masa belajar, urutan, kecepatan dan ragam kekuatan. Kemudian muncul dalam pikiran kita, bahwa remaja pada umumnya memiliki ragam yang luas tentang kedewasaan jasmani dan kedewasaan rohaniah, yang perlu juga untuk diperhatikan

SKRIPSI PELAKSANAAN EKSTRAKURIKULER BOLA VOLI DI SMK

SKRIPSI PELAKSANAAN EKSTRAKURIKULER BOLA VOLI DI SMK

Sunday, January 24, 2016
(0018-PENDOLRA) SKRIPSI PELAKSANAAN EKSTRAKURIKULER BOLA VOLI DI SMK

BAB II 
PENGOLAHAN DATA

2.1.Deskriptif Data
Berdasarkan permasalahan yang telah diuaraikan sebelumnya, maka data yang diolah dalam penelitian ini adalah data tentang Pelaksanaan Kegiatan Ekstrakurikuler Bolavoli di SMK Swasta Se-Kecamatan Tenayan Raya. Kemudian pembahasan mengenai Pelaksanaan Kegiatan Ekstrakurikuler Bolavoli di SMK Swasta se-Kecamatan Tenayan Raya dibatasi dan ditinjau dari aspek minat, pelaksanaan, dan sarana prasarana.
2.1.1. Gambaran Pelaksanaan Kegiatan Ekstrakurikuler Bolavoli di SMK Swasta se-Kecamatan Tenayan Raya Ditinjau dari Aspek Minat
Gambaran pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler bolavoli di SMK Swasta se-Kecamatan Tenayan Raya ditinjau dari aspek minat tergambar pada 10 pertanyaan, yaitu tentang mengikuti kegiatan Ekstrakurikuler Bolavoli yang diadakan di sekolahan, 40 responden yang memilih alternatif jawaban "Ya" atau dengan persentase 85,1%, sedangkan responden yang memilih alternatif jawaban "Tidak" sebanyak 7 orang atau dengan persentase 14,9%.
Selanjutnya merasa terpaksa untuk mengikuti kegiatan Ekstrakurikuler Bolavoli yang di adakan di sekolah, 7 responden memilih alternatif jawaban "Ya" atau dengan persentase 14,9%, sedangkan responden yang memilih alternatif jawaban "Tidak" sebanyak 40 orang atau dengan persentase 85,1%.
Kemudian dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler yang ada di sekolah apakah orang tua anda memberikan dorongan angar anda menjadi pemain bolavoli, 35 responden memilih alternatif jawaban "Ya" atau dengan persentase 74,5%, sedangkan responden yang memilih alternatif jawaban "Tidak" sebanyak 12 orang atau dengan persentase 25,5%.
Selanjutnya dalam mengikuti kegiatan Ekstrakurikuler bolavoli apakah ada paksaan dari pihak sekolah untuk mengikuti Ekstakurikuler Bolavoli, 2 responden yang memilih alternatif jawaban "Ya" atau dengan persentase 4,3%, sedangkan responden yang memilih alternatif jawaban "Tidak" sebanyak 45 orang atau dengan persentase 95,7%.
Mengenai pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler yang ada di sekolah ini apakah bermanfaat bagi siswa yang bergabung dalam kegiatan eskul bolavoli, 37 responden yang memilih alternatif jawaban "Ya" atau dengan persentase 78,7%, sedangkan responden yang memilih alternatif jawaban "Tidak" sebanyak 10 orang atau dengan persentase 21,3%.
Selanjutnya ada motivasi yang di berikan oleh pelatih atau Pembina kepada peserta yang mengikuti kegiatan Ekstrakurikuler Bolavoli, 32 responden yang memilih alternatif jawaban "Ya" atau dengan persentase 68,1%, sedangkan responden yang memilih alternatif jawaban "Tidak" sebanyak 15 orang atau dengan persentase 31,9%.
Kemudian motivasi yang di berikan oleh pihak sekolah kepada peserta yang mengikuti kegiatan Ekstrakurikuler Bolavoli, 39 responden yang memilih alternatif jawaban "Ya" atau dengan persentase 83,0%, sedangkan responden yang memilih alternatif jawaban "Tidak" sebanyak 8 orang atau dengan persentase 17,0%.
Dalam mengikuti kegiatan Ekstrakurikuler bolavoli apakah ada paksaan dari pihak sekolah untuk mengikuti Ekstakurikuler Bolavoli, 10 responden yang memilih alternatif jawaban "Ya" atau dengan persentase 21,3%, sedangkan responden yang memilih alternatif jawaban "Tidak" sebanyak 37 orang atau dengan persentase 78,7%.
Kemudian mengenai pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler yang ada di sekolah bermanfaat bagi siswa yang bergabung dalam kegiatan eskul bolavoli, 37 responden yang memilih alternatif jawaban "Ya" atau dengan persentase 78,7%, sedangkan responden yang memilih alternatif jawaban "Tidak" sebanyak 10 orang atau dengan persentase 21,3%. Dan mengenai pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler yang ada di sekolah ini apakah bermanfaat bagi siswa yang bergabung dalam kegiatan eskul bolavoli, 35 responden yang memilih alternatif jawaban "Ya" atau dengan persentase 74,5%, sedangkan responden yang memilih alternatif jawaban "Tidak" sebanyak 12 orang atau dengan persentase 25,5%.
Gambaran dari pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler bolavoli di SMK swasta se-Kecamatan Tenayan Raya jika ditinjau dari aspek minat tergolong cukup. Dimana responden yang memilih alternatif jawaban "Ya" sebesar 58,3% atau ada 27 orang responden. Sedangkan responden yang memilih alternatif jawaban "Tidak" sebesar 41,7% atau ada 20 orang responden. Berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan, maka dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan ekstrakurikuler bolavoli di SMK swasta se-Kecamatan Tenayan Raya ditinjau dari aspek minat tergolong cukup baik. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 2 di bawah ini.
Tabel 2. Minat siswa dalam mengikuti kegiatan ekstrakulikuler bolavoli di SMK swasta se Kecamatan Tenayan
1 Apakah anda berminat mengikuti kegiatan Ekstrakurikuler Bola voli yang diadakan di sekolahan ini ? 40 85,1 7 14,9 47 100
2 Apakah anda merasa terpaksa untuk mengikuti kegiatan Ekstrakurikuler Bola voli yang di adakan di sekolah ? 7 14,9 40 85,1 47 100
3 Dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler yang ada di sekolah apakah orang tua anda memberikan dorongan angar anda menjadi pemain bola voli ? 35 74,5 12 25,5 47 100
4 Dalam mengikuti kegiatan Ekstrakurikuler bola voli apakah ada paksaan dari pihak sekolah untuk mengikuti Ekstakurikuler Bola voli ? 2 4,3 45 95,7 47 100
5 Menurut anda mengenai pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler yang ada di sekolah ini apakah bermanfaat bagi siswa yang bergabung dalam kegiatan eskul bola voli ? 37 79 10 21 47 100
6 Selama ini apakah ada motivasi yang di berikan oleh pelatih atau Pembina kepada peserta yang mengikuti kegiatan Ekstrakurikuler Bola voli ? 32 68,1 15 31,9 47 100
7 Selama ini apakah ada motivasi yang di berikan oleh pihak sekolah kepada peserta yang mengikuti kegiatan Ekstrakurikuler Bola voli ? 39 83,0 8 17,0 47 100
8 Dalam mengikuti kegiatan Ekstrakurikuler bola voli apakah ada paksaan dari pihak luar seperti teman, keluarga untuk mengikuti Ekstakurikuler Bola voli ? 10 21,3 37 78,7 47 100
9 Apakah kegiatan ekstrakurikuler bola voli merupakah salah satu hoby anda di badingkan dengan ekstrakurikuler yang lain ? 37 78,7 10 21,3 47 100
10 Bagaimanakah menurut anda apakah pelakanaan kegiatan ekstrakurikuler ini berkembang dengan baik ? 35 74,5 12 25,5 47 100
 Jumlah 274 583,0 196 417,0
 Rata-rata 27 58,3 20 41,7
Sumber; Data Olahan, 2009
2.1.2. Gambaran Pelaksanaan Kegiatan Ekstrakurikuler Bolavoli di SMK swasta se-Kecamatan Tenayan Raya Ditinjau dari Aspek Pelaksanaan
Gambaran pelaksanaan ekstrakurikuler bolavoli di SMK Swasta se-Kecamatan Tenayan Raya ditinjau dari aspek pelaksanaan tergambar pada 8 pertanyaan, yaitu mengenai hal kegiatan Ekstrakurikuler Bolavoli mempunyai program latihan, 37 responden yang memilih alternatif jawaban "Ya" atau sebesar 78,7%, sedangkan responden yang memilih alternatif jawaban "Tidak" sebanyak 10 orang atau sebesar 21,3%.
Selanjutnya hal materi pasing bawah, pasing atas, dan blok (menahan) telah diberikan oleh Pembina dengan baik, 42 responden yang memilih alternatif jawaban "Ya" atau dengan persentase 89,4%, sedangkan responden yang memilih alternatif jawaban "Tidak" sebanyak 5 orang atau dengan persentase 10,6%.
Kemudian latihan pasing atas telah diberikan oleh Pembina dengan teknik berpasangan, dengan bantuan net atau dengan bantuan dinding, 2 responden yang memilih alternatif jawaban "Ya" atau dengan persentase 4,3%, sedangkan responden yang memilih alternatif jawaban "Tidak" sebanyak 45 orang atau dengan persentase 95,7%.
Selajutnya latihan bloking telah diberikan oleh Pembina dengan baik, 39 responden yang memilih alternatif jawaban "Ya" atau dengan persentase 83,0%, sedangkan responden yang memilih alternatif jawaban "Tidak" sebanyak 8 orang atau dengan persentase 17,0%. Pelaksanaan program latihan dilaksanakan secara terus menerus oleh pembina, 15 responden yang memilih alternatif jawaban "Ya" atau dengan persentase 31,9%, sedangkan responden yang memilih alternatif jawaban "Tidak" sebanyak 32 orang atau dengan persentase 68,1%.
Kemudian mengenai pelatih atau Pembina kegiatan Ekstakurikuler Bolavoli di sekolah ini pernah melakukan evaluasi terhadap program latihan yang telah di sampaikan, 6 responden yang memilih alternatif jawaban "Ya" atau dengan persentase 21,3%, sedangkan responden yang memilih alternatif jawaban "Tidak" sebanyak 41 orang atau dengan persentase 87,2%. Dan pihak sekolah pernah memperhatikan cara atau materi yang di sampaikan oleh pembina atau pelatih, 10 responden yang memilih alternatif jawaban "Ya" atau dengan persentase 21,3%, sedangkan responden yang memilih alternatif jawaban "Tidak" sebanyak 37 orang atau dengan persentase 78,7%.
Terakhir mengenai hal Pembina berusaha untuk meningkatkan keterampilan pemain bolavoli, responden yang memilih alternatif jawaban "Ya" sebanyak 25 orang atau dengan persentase 53,2%, sedangkan responden yang memilih alternatif jawaban "Tidak" sebanyak 22 orang atau dengan persentase 46,8%.
Gambaran dari pelaksanaan ekstrakurikuler bolavoli di SMK swasta se-Kecamatan Tenayan Raya jika ditinjau dari aspek pelaksanaan tergolong cukup. Dimana responden yang memilih alternatif jawaban "Ya" sebesar 46,8% atau ada 22 orang responden. Sedangkan responden yang memilih alternatif jawaban "Tidak" sebesar 53,2% atau ada 25 orang responden. Berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan, maka dapat disimpulkan bahwa Pelaksanaan Ekstrakurikuler Bolavoli di SMK swasta se-Kecamatan Tenayan Raya ditinjau dari aspek motivasi tergolong cukup baik. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 3 di bawah ini.
Tabel 3. Pelakasanaan program kegiatan ekstrakulikuler di SMK Swasta se Kecamatan Tenayan Raya
1 Apakah menurut anda kegiatan Ekstrakurikuler Bola voli ini mempunyai program latihan? 37 78,7 10 21,3 47 100
2 Apakah latihan pasing bawah telah diberikan oleh Pembina dengan teknik berpasangan? 42 89,4 5 10,6 47 100
3 Apakah latihan pasing atas telah diberikan oleh Pembina dengan teknik berpasangan, dengan bantuan net atau dengan bantuan dinding? 2 4,3 45 95,7 47 100
4 Apakah latihan bloking telah diberikan oleh Pembina dengan baik? 39 83,0 8 17,0 47 100
5 Apakah pelaksanaan program latihan dilaksanakan secara terus menerus oleh pembina? 15 31,9 32 68,1 47 100
6 Menurut anda apakah pelatih atau Pembina kegiatan Ekstakurikuler Bola voli di sekolah ini pernah melakukan evaluasi terhadap program latihan yang telah di sampaikan ? 6 12,8 41 87,2 47 100
7 Menurut anda apakah pihak sekolah pernah memperhatikan cara atau materi yang di sampaikan oleh pembina atau pelatih ? 10 21,3 37 78,7 47 100
8 Apakah menurut anda Pembina berusaha untuk meningkatkan keterampilan pemain bola voli ? 25 53,2 22 46,8 47 100
 Jumlah 176 374,5 200 425,53
 Rata-rata 22 46,81 25 53,2
Sumber; Data Olahan, 2009
2.1.3. Gambaran Pelaksanaan Kegiatan Ekstrakurikuler Bolavoli di SMK Swasta se-Kecamatan Tenayan Raya Ditinjau dari Aspek Sarana & Prasarana
Gambaran pelaksanaan ekstrakurikuler di SMK Swasta se-Kecamatan Tenayan Raya ditinjau dari aspek sarana dan prasarana tergambar pada 8 pertanyaan mengenai sarana lapangan yang di gunakan untuk kegiatan ekstrakurikuler bolavoli di sekolah ini sudah memadai, 19 responden yang memilih alternatif jawaban "Ya" atau sebesar 40,4%, sedangkan responden yang memilih alternatif jawaban "Tidak" sebanyak 28 orang atau sebesar 59,6%. Sedangkan prasarana seperti, net yang di gunakan untuk kegiatan ekstrakurikuler bolavoli di sekolah ini sudah memadai, 31 responden yang memilih alternatif jawaban "Ya" atau dengan persentase 66,0%, sedangkan responden yang memilih alternatif jawaban "Tidak" sebanyak 16 orang atau dengan persentase 34,0%.
Selanjutnya pelatih atau Pembina pernah mengusahakan ketersedian sarana dan prasarana yang belum di miliki sekolah, 28 responden yang memilih alternatif jawaban "Ya" atau dengan persentase 59,6%, sedangkan responden yang memilih alternatif jawaban "Tidak" sebanyak 19 orang atau dengan persentase 40,4%.
Kemudian pelatih atau pembina pernah memodifikasi alat atau media yang di gunakan dalam kegiatan ekstrakurikuler bolavoli di sekolah, 24 responden yang memilih alternatif jawaban "Ya" atau dengan persentase 51,1%, sedangkan responden yang memilih alternatif jawaban "Tidak" sebanyak 23 orang atau dengan persentase 48,9%.
Pihak sekolah pernah memperhatikan kekurangan sarana dan prasaran yang di gunakan untuk kegiatan Ekstrakurikuler Bolavoli, 30 responden yang memilih alternatif jawaban "Ya" atau dengan persentase 63,8%, sedangkan responden yang memilih alternatif jawaban "Tidak" sebanyak 17 orang atau dengan persentase 36,2%. Selanjutnya sebagai peserta yang mengikuti kegiatan Ekstrakurikuler Bolavoli apakah alat yang tersedia sekarang perlu di tambah, 40 responden yang memilih alternatif jawaban "Ya" atau dengan persentase 85,1%, sedangkan responden yang memilih alternatif jawaban "Tidak" sebanyak 7 orang atau dengan persentase 14,9%.
Kemudian mengenai hal alat yang di gunakan oleh pelatih setiap pertemuan bertambah seperti bola atau alat yang lainnya, 30 responden yang memilih alternatif jawaban "Ya" atau dengan persentase 63,8%, sedangkan responden yang memilih alternatif jawaban "Tidak" sebanyak 17 orang atau dengan persentase 36,2%. Dan mengenai hal sarana dan prasarana yang tersedia dan keterampilan peserta bolavoli meningkat, 37 responden yang memilih alternatif jawaban "Ya" atau dengan persentase 78,7%, sedangkan responden yang memilih alternatif jawaban "Tidak" sebanyak 10 orang atau dengan persentase 21,3%.
Gambaran dari pelaksanaan ekstrakurikuler bolavoli di SMK swasta se-Kecamatan Tenayan Raya jika ditinjau dari aspek Sarana & Prasarana tergolong baik. Dimana responden yang memilih alternatif jawaban "Ya" sebesar 63,6% atau ada 30 orang responden. Sedangkan responden yang memilih alternatif jawaban "Tidak" sebesar 36,4% atau ada 17 orang responden. Berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan, maka dapat disimpulkan bahwa Pelaksanaan Ekstrakurikuler Bolavoli di SMK Swasta se-Kecamatan Tenayan Raya ditinjau dari aspek motivasi tergolong sangat baik. Berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan, maka dapat disimpulkan bahwa Pelaksanaan Ekstrakurikuler Bolavoli di SMK Swasta se-Kecamatan Tenayan Raya ditinjau dari aspek sarana dan prasarana tergolong baik.Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 4 di bawah ini.
Tabel 4. Ketersediaan sarana dan prasarana dalam pelaksanaan Ekstrakurikuler Bolavoli di SMK Swasta se-Kecamatan Tenayan Raya.
Sumber; Data Olahan, 2009 2.2. Analisa Data
Dari hasil penelitian yang telah diuraikan di atas, diketahui bahwa pelaksanaan ekstrakurikuler bolavoli di SMK Swasta se-Kecamatan Tenayan Raya, tergolong cukup. Berdasarkan rekapitulasi dari ketiga indikator tersebut, bahwa

SKRIPSI PELAKSANAAN KEGIATAN EKSTRAKURIKULER BOLA VOLI DI SMA

SKRIPSI PELAKSANAAN KEGIATAN EKSTRAKURIKULER BOLA VOLI DI SMA

Sunday, January 24, 2016
(0017-PENDOLRA) SKRIPSI PELAKSANAAN KEGIATAN EKSTRAKURIKULER BOLA VOLI DI SMA

BABA II 
PENGOLAHAN DATA

2.1. Deskriptif Data
Adapun data yang diolah dalam penelitian ini adalah data tentang Pelaksanaan Ekstrakurikuler Bola voli di SMA Negeri 4 Kecamatan Marpoyan Damai, penelitian ini dilakukan dengan menyebarkan angket yang berisi pernyataan-pernyataan pada aspek bentuk pembinaan, bentuk kegiatan, pelaksanaan, sarana dan prasarana yang di isi oleh siswa di SMA Negeri 4 Kecamatan Marpoyan Damai serta lembaran pengamatan terbuka tentang rincian materi yang diajarkan guru pada ekstrakurikuler bola voli di SMA Negeri 4 Kecamatan Marpoyan Damai.
2.1.1. Gambaran Pelaksanaan Ekstrakurikuler Bola Voli di SMA Negeri 4 Kecamatan Marpoyan Damai di Tinjau dari Materi Service Bawah
Gambaran pelaksanaan ekstrakurikuler bola voli di SMA Negeri 4 Kecamatan Marpoyan Damai bila dilihat dari pemberian materi Service yang dilakukan oleh guru pendidikan jasmani kurang baik, hal ini dapat dilihat dari prosentase secara keseluruhan pernyataan responden yang menyatakan guru sebelum melakukan kegiatan melakukan pemanasan sebesar 29 siswa dan yang menyatakan tidak berjumlah 26, sementara pernyataan dalam pelaksanaan Guru mencontohkan gerakan teknik dasar dalam melakukan Sikap permulaan service bawah yang menjawab ya ada 18 orang siswa dan yang menyatakan tidak ada 37 responden, pernyataan Guru memberikan contoh gerakan ikutan dalam melakukan service yang menjawab ya ada 29 responden dan yang menjawab tidak ada 26 responden. Pernyataan Siswa melakukan gerakan teknik dasar sikap permulaan dan gerakan ikutan service yang dicontohkan guru yang menjawab ya ada 28 responden dan yang menjawab tidak ada 27 responden, dan pernyataan Guru mengoreksi dan memperbaiki kesalahan-kesalahan yang dilakukan siswa dalam pelaksanaan teknik dasar Sikap permulaan dan gerakan ikutan dalam melakukan service bawah yang menjawab ya 25 orang siswa dan yang menjawab tidak sebanyak 30 orang siswa, maka dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan ekstrakurikuler bola voli di SMA Negeri 4 Kecamatan Marpoyan Damai dilihat dari pemberian materi service bawah tergolong cukup baik.
Rata-rata pada item pernyataan pertama pada pemberian materi service bawah dalam kegiatan ekstrakurikuler yang menyatakan ya sebesar 49.91 dan rata-rata yang menjawab tidak 50.09. Untuk lebih jelasnya, uraian yang dikemukakan di atas dapat dilihat pada tabel 6 berikut ini:
Sumber: Data Olahan, 2009
Bila dilihat dari data yang terdapat dalam tabel di atas maka diagram untuk pernyataan pemberian materi service pada kegiatan ekstakurikuler dapat dilihat di bawah ini:
Tabel. 6 Pelaksanaan Ekstrakurikuler Bola Voli di SMA Negeri 4 Kecamatan Marpoyan Damai Ditinjau dari Materi Servis
No Pernyataan Skor Skor ya % tidak %
1 Sebelum melakukan kegiatan ekstrakurikuler bola voli guru melakukan pemanasan 29 52.73 26 47.27
2 Dalam pelaksanaan Guru mencontohkan gerakan teknik dasar dalam melakukan Sikap permulaan service bawah 18 32.73 37 67.27
3 Guru memberikan contoh gerakan ikutan dalam melakukan service 29 52.73 26 47.27
4 Siswa melakukan gerakan teknik dasar sikap permulaan dan gerakan ikutan service yang dicontohkan guru 28 50.91 27 49.09
5 Guru mengoreksi dan memperbaiki kesalahan-kesalahan yang dilakukan siswa dalam pelaksanaan teknik dasar Sikap permulaan dan gerakan ikutan dalam melakukan service bawah 25 45.45 30 54.55
Jumlah 129 146
Rata-rata 49.91 50.09
50.1 -
50.05 -
50 -
49.95 -
49.9 -49.85 -
49.8 -
Gambar 11. Rata-rata Jawaban Responden pada Pemberian Materi
2.1.2. Gambaran Pelaksanaan Ekstrakurikuler pada Materi Passing Bawah
Gambaran pelaksanaan ekstrakurikuler bola voli di SMA Negeri 4 Kecamatan Marpoyan Damai bila dilihat dari pemberian materi passing bawah yang dilakukan oleh guru pendidikan jasmani cukup baik, hal ini dapat dilihat dari prosentase secara keseluruhan pernyataan responden dalam Dalam pelaksanaan Guru mencontohkan gerakan teknik dasar dalam melakukan Sikap permulaan passing bawah 24 Responden siswa dan yang menyatakan tidak berjumlah 31, sementara pernyataan Guru memberikan contoh gerakan ikutan dalam melakukan passing bawah yang menjawab ya ada 28 orang siswa dan yang menyatakan tidak ada 23 responden, pernyataan Siswa melakukan gerakan teknik dasar gerakan pemulaan dan gerakan ikutan passing bawah yang dicontohkan guru yang menjawab ya ada 26 responden dan yang menjawab tidak ada 29 responden dan Guru mengoreksi dan memperbaiki kesalahan-kesalahan yang dilakukan siswa dalam pelaksanaan teknik dasar Sikap
permulaan dan gerakan ikutan dalam melakukan passing bawah yang menjawab ya ada 23 responden dan yang menjawab tidak ada 32 responden, maka dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan ekstrakurikuler bola voli di SMA Negeri 4 Kecamatan Marpoyan Damai dilihat pemberian materi passing tergolong cukup baik
Rata-rata pada item pernyataan kedua pada pemberian materi passing dalam kegiatan ekstrakurikuler yang menyatakan ya sebesar 45,91 dan rata-rata yang menjawab tidak 54,09 Untuk lebih jelasnya, uraian yang dikemukakan di atas dapat dilihat pada tabel 4 berikut ini:
Untuk lebih jelasnya, uraian yang dikemukakan di atas dapat dilihat pada tabel 7 berikut ini:
Sumber: Data Olahan Penelitian. 2009
Bila dilihat dari data yang terdapat dalam tabel di atas maka diagram untuk pernyataan aspek bentuk kegiatan dapat dilihat di bawah ini:
Tabel. 7 Pelaksanaan Ekstrakurikuler Bola Voli di SMA Negeri 4 Kecamatan Marpoyan Damai Ditinjau dari Materi Pasing Bawah
1 Dalam pelaksanaan Guru mencontohkan gerakan teknik dasar dalam melakukan Sikap permulaan passing bawah 24 43.64 31 56.36
2 Guru memberikan contoh gerakan ikutan dalam melakukan passing bawah 28 50.91 23 49.09
3 Siswa melakukan gerakan teknik dasar gerakan pemulaan dan gerakan ikutan passing bawah yang dicontohkan guru. 26 47.27 29 52.73
4 Guru mengoreksi dan memperbaiki kesalahan-kesalahan yang dilakukan siswa dalam pelaksanaan teknik dasar Sikap permulaan dan gerakan ikutan dalam melakukan passing bawah 23 41.82 32 58.18
Jumlah 101 115
Rata-rata 45,91 54.09
2.1.3. Gambaran Pelaksanaan Ekstrakurikuler Pada Materi Umpan
Gambaran pelaksanaan ekstrakurikuler bola voli di SMA Negeri 4 Kecamatan Marpoyan Damai bila dilihat dari pemberian materi umpan yang dilakukan oleh guru pendidikan jasmani cukup baik, hal ini dapat dilihat pernyataan dalam pelaksanaan Guru mencontohkan gerakan teknik dasar Sikap permulaan pemberian umpan yang menjawab ya sebesar 29 dan yang menjawab tidak sebesar 26, pernyataan Guru memberikan contoh gerakan ikutan dalam melakukan pemberian umpan yang menjawab ya sebesar 28 orang siswa dan yang menjawab tidak sebesar 31 orang siswa, pernyataan Siswa melakukan gerakan teknik dasar sikap permulaan dan gerakan ikutan dalam pemberian umpan yang dicontohkan guru yang menjawab ya sebesar 28 orang siswa dan yang menjawab tidak sebesar 27 orang siswa sedangkan pernyataan Guru mengoreksi dan memperbaiki kesalahan-kesalahan yang dilakukan siswa dalam pelaksanaan teknik dasar Sikap permulaan dan gerakan ikutan dalam melakukan pemberian umpan yang menjawab ya sebesar 29 orang siswa dan yang menjawab tidak sebesar 26 orang siswa, maka dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan ekstrakurikuler bola voli di SMA Negeri 4 Kecamatan Marpoyan Damai dilihat pemberian mated umpan tergolong cukup baik.
Rata-rata pada item pernyataan kedua pada pemberian materi umpan dalam kegiatan ekstrakurikuler yang menyatakan ya sebesar 50 dan rata-rata yang menjawab tidak 50. Untuk lebih jelasnya, uraian yang dikemukakan di atas dapat dilihat pada tabel 8 berikut ini:
Tabel. 8 Pelaksanaan Ekstrakurikuler Bola Voli di SMA Negeri 4 Kecamatan Marpoyan Damai Ditinjau dari Materi Umpan

SKRIPSI PELAKSANAAN PENGAJARAN OLAHRAGA SENAM OLEH GURU PENJAS DI SEKOLAH DASAR

SKRIPSI PELAKSANAAN PENGAJARAN OLAHRAGA SENAM OLEH GURU PENJAS DI SEKOLAH DASAR

Sunday, January 24, 2016
(0016-PENDOLRA) SKRIPSI PELAKSANAAN PENGAJARAN OLAHRAGA SENAM OLEH GURU PENJAS DI SEKOLAH DASAR

BAB II 
PENGOLAHAN DATA

2.1.Deskriptif Data
Sesuai permasalahan dan penjelasan yang telah diuaraikan sebelumnya, maka data yang diolah dalam penelitian ini adalah data tentang pelaksanaan pengajaran olahraga senam di Sekolah Dasar Negeri Gugus 1 di Kecamatan Marpoyan Damai Kota Pekanbaru. Kemudian pembahasan mengenai pelaksanaan pengajaran olahraga senam di Sekolah Dasar Negeri Gugus 1 di Kecamatan Marpoyan Damai Kota Pekanbaru dibatasi dan ditinjau dari aspek:
1) Pelaksanaan pembelajaran,
2) Metode pengajaran,
3) Sarana dan prasarana, dan
4) Pelaksanaan evaluasi.
2.1.1. Gambaran Pelaksanaan Pengajaran Olahraga Senam di Sekolah Dasar Negeri Gugus 1 di Kecamatan Marpoyan Damai Kota Pekanbaru ditinjau dari Aspek Pengajaran
Berdasarkan data yang diperoleh tentang pelaksanaan pembelajaran olahraga senam jika ditinjau dari hal aspek pelaksanaan pengajaran, dari 15 responden memberikan tanggapan tentang apakah Bapak/Ibu mengajarkan senam ketangkasan (berdiri dengan satu kaki)?, responden yang memilih jawaban "Ya" sebanyak 11 orang atau dengan persentase 73,3%, sedangkan responden yang memilih jawaban "Tidak" sebanyak 4 orang atau dengan persentase 26,7%. Kemudian dalam hal mengajarkan peregangan dan senam pelemasan (membungkukkan badan, mengayunkan tangan keberbagai arah, dan peregangan persendian)?, responden yang memilih jawaban "Ya" sebanyak 11 orang atau dengan persentase 73,3%, sedangkan responden yang memilih jawaban "Tidak" sebanyak 4 orang atau dengan persentase 26,7%.
Selanjutnya mengajarkan senam ketangkasan tanpa alat (lompat ditempat, dan meloncat-loncat)?, responden yang memilih jawaban "Ya" sebanyak 11 orang atau dengan persentase 73,3%, sedangkan responden yang memilih jawaban "Tidak" sebanyak 4 orang atau dengan persentase 26,7%. Sedangkan mengajarkan senam ketangkasan sederhana (berguling kedepan, gerakan meloncat ditempat dan mengubah arah, berjalan di atas garis lurus, berjalan lurus dengan mata tertutup, dan melompat-lompat dengan satu kaki)?, responden yang memilih jawaban "Ya" sebanyak 10 orang atau dengan persentase 66,7%, sedangkan responden yang memilih jawaban "Tidak" sebanyak 5 orang atau dengan persentase 33,3%.
Kemudian dalam hal mengajarkan senam dasar (melompat ditempat dan mendarat dengan posisi baik, lompatan dengan melompati benda, dan melompat dan mendarat dengan baik)?, responden yang memilih jawaban "Ya" sebanyak 11 orang atau dengan persentase 73,3%, sedangkan responden yang memilih jawaban "Tidak" sebanyak 4 orang atau dengan persentase 26,7%. Dan mengajarkan senam lantai (menahan tubuh satu tangan, dan menirukan kucing berjalan)?, responden yang memilih jawaban "Ya" sebanyak 7 orang atau dengan persentase 46,7%, sedangkan responden yang memilih jawaban "Tidak" sebanyak 8 orang atau dengan persentase 53,3%.
Guru mengajarkan senam ritmik dasar (melakukan gerakan memutar lengan, dan gerakan menepuk lutut)?, responden yang memilih jawaban "Ya"
sebanyak 12 orang atau dengan persentase 80%, sedangkan responden yang memilih jawaban "Tidak" sebanyak 3 orang atau dengan persentase 20%. Dan mengajarkan senam kelentukan dan kelenturan (duduk seluncur mencium lutut, dan meliukkan badan)?, responden yang memilih jawaban "Ya" sebanyak 11 orang atau dengan persentase 73,3%, sedangkan responden yang memilih jawaban "Tidak" sebanyak 4 orang atau dengan persentase 26,7%. Serta yang senam ketangkasan dengan alat (Lompat tali secara individu, dan lompat gelang rotan)?, responden yang memilih jawaban "Ya" sebanyak 11 orang atau dengan persentase 73,3%, sedangkan responden yang memilih jawaban "Tidak" sebanyak 4 orang atau dengan persentase 26,7%.
Pada aspek mengajarkan senam lantai tanpa alat (rolling ke depan, rolling ke belakang, dan kop stand)!, responden yang memilih jawaban "Ya" sebanyak 10 orang atau dengan persentase 66,7%, sedangkan responden yang memilih jawaban "Tidak" sebanyak 5 orang atau dengan persentase 33,3%. Kemudian dalam hal mengajarkan senam lantai dengan alat (roll tanpa awalan diatas punggung kawan, dan roll dengan awalan diatas punggung kawan)?, responden yang memilih jawaban "Ya" sebanyak 10 orang atau dengan persentase 66,7%, sedangkan responden yang memilih jawaban "Tidak" sebanyak 5 orang atau dengan persentase 33,3%.
Selanjutnya mengajarkan senam ritmik (bergerak ke depan dan ke belakang sesuai dengan irama, bergerak serong kiri, kanan, depan, dan belakang, dan bergerak ke belakang dan ke depan)?, responden yang memilih jawaban "Ya" sebanyak 12 orang atau dengan persentase 80%, sedangkan responden yang memilih jawaban "Tidak" sebanyak 3 orang atau dengan persentase 20%. Dan mengajarkan senam irama terstruktur (gerak jalan jingkat ke samping dan ke depan, rangkaian gerak senam irama beregu, dan koordinasi dalam kelompok)?, responden yang memilih jawaban "Ya" sebanyak 12 orang atau dengan persentase 80%, sedangkan responden yang memilih jawaban "Tidak" sebanyak 3 orang atau dengan persentase 20%. Sedangkan senam kebugaran dasar (kayang dengan berpasangan dan bantuan dinding, meroda dengan bantuan teman atau guru, mencium lutut sambil duduk dan berdiri, dan roll ke depan dan ke belakang dengan bantuan guru)?, responden yang memilih jawaban "Ya" sebanyak 10 orang atau dengan persentase 66,7%, sedangkan responden yang memilih jawaban "Tidak" sebanyak 5 orang atau dengan persentase 33,3%.
Kemudian mengajarkan senam peregangan dan pelemasan (latihan kayang, dan rolling ke depan dan ke belakang)?, responden yang memilih jawaban "Ya" sebanyak 8 orang atau dengan persentase 53,3%, sedangkan responden yang memilih jawaban "Tidak" sebanyak 7 orang atau dengan persentase 46,7%. Dan mengajarkan senam ketangkasan dengan alat (lompat kangkang lanjutan, dan lompat jongkok)?, responden yang memilih jawaban "Ya" sebanyak 10 orang atau dengan persentase 66,7%, sedangkan responden yang memilih jawaban "Tidak" sebanyak 5 orang atau dengan persentase 33,3%.
Selanjutnya mengajarkan senam penyembuhan (benturan pada otot paha, dan latihan untuk otot perut)?, responden yang memilih jawaban "Ya" sebanyak 9 orang atau dengan persentase 60%, sedangkan responden yang memilih jawaban "Tidak" sebanyak 6 orang atau dengan persentase 40%. Adapun mengajarkan senam pembentukan (latihan daya tahan jantung)?, responden yang memilih jawaban "Ya" sebanyak 7 orang atau dengan persentase 46,7%, sedangkan responden yang memilih jawaban "Tidak" sebanyak 8 orang atau dengan persentase 53,3%. Dan senam pemanasan dan pendinginan (senam pemanasan, dan senam pendinginan)?, responden yang memilih jawaban "Ya" sebanyak 10 orang atau dengan persentase 66,7%, sedangkan responden yang memilih jawaban "Tidak" sebanyak 5 orang atau dengan persentase 33,3%. Terakhir mengajarkan senam Riau sehat (gerakan pemanasan, dan gerakan senam yang pertama)?, responden yang memilih jawaban "Ya" sebanyak 10 orang atau dengan persentase 66,7%, sedangkan responden yang memilih jawaban "Tidak" sebanyak 5 orang atau dengan persentase 33,3%. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut ini: